Gawat, Menhan Korsel Perintahkan Pasukan Khusus Habisi Kim Jong-un
Kamis, 14 Maret 2024 - 07:29 WIB
loading...
Menteri Pertahanan Korea Selatan Shin Won-sik memerintahkan pasukan khusus menyusun rencana untuk membunuh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/KCNA via REUTERS
A
A
A
SEOUL - Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan (Korsel) Shin Won-sik memerintahkan pasukan khusus menyusun rencana untuk membunuh pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan pejabat tinggi lainnya di Pyongyang.
Dia mengatakan pemimpin Korut dan para anak buahnya harus segera dibunuh jika terjadi perang lagi di semenanjung Korea.
Shin mengeluarkan perintahnya pada hari Rabu, meminta Komando Perang Khusus Angkatan Darat Korea Selatan untuk membuat persiapan untuk membunuh para pemimpin Korea Utara.
“Jika Kim Jong-un memulai perang, sebagai unit kunci dari Hukuman dan Pembalasan Besar-besaran Korea (KMPR), Anda harus menjadi unit operasi khusus terkuat di dunia untuk dengan cepat melenyapkan kepemimpinan musuh,” katanya saat berkunjung ke unit komando tenggara Seoul di Incheon.
Baca Juga: Semenanjung Korea Memanas, Kim Jong-un Inspeksi PelatihanPasukan Korea Utara
KMPR adalah doktrin pertahanan Korea Selatan untuk melancarkan serangan balasan yang melemahkan sebagai respons terhadap serangan Korea Utara.
Dia mengatakan pemimpin Korut dan para anak buahnya harus segera dibunuh jika terjadi perang lagi di semenanjung Korea.
Shin mengeluarkan perintahnya pada hari Rabu, meminta Komando Perang Khusus Angkatan Darat Korea Selatan untuk membuat persiapan untuk membunuh para pemimpin Korea Utara.
“Jika Kim Jong-un memulai perang, sebagai unit kunci dari Hukuman dan Pembalasan Besar-besaran Korea (KMPR), Anda harus menjadi unit operasi khusus terkuat di dunia untuk dengan cepat melenyapkan kepemimpinan musuh,” katanya saat berkunjung ke unit komando tenggara Seoul di Incheon.
Baca Juga: Semenanjung Korea Memanas, Kim Jong-un Inspeksi PelatihanPasukan Korea Utara
KMPR adalah doktrin pertahanan Korea Selatan untuk melancarkan serangan balasan yang melemahkan sebagai respons terhadap serangan Korea Utara.
Lihat Juga :