Profil Mahmoud Muhammad Abed Khad, Tokoh Perekrut Hamas yang Ditakuti Israel

Jum'at, 08 Maret 2024 - 14:52 WIB
loading...
Profil Mahmoud Muhammad...
Pejuang Hamas menggelar parade di Kota Gaza, Jalur Gaza. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Mahmoud Muhammad Abed Khad adalah tokoh yang memegang peran penting dalam organisasi Hamas. Dia dikenal luas sebagai perekrut yang giat untuk Hamas, khususnya untuk Brigade Zeitoun.

Sayangnya, pada 3 Maret 2024, dia meninggal dalam serangan udara yang dilakukan militer Israel.

Sebagai bagian dari struktur organisasi Hamas, Mahmoud Muhammad Abed Khad memainkan peran penting.

Dia aktif dalam mengumpulkan dana untuk aktivis militer Hamas dan merekrut anggota baru untuk batalionnya di wilayah Zeitoun, Gaza City. Peran ini menunjukkan betapa pentingnya dia dalam struktur organisasi Hamas.

Pada 3 Maret 2024, Mahmoud Muhammad Abed Khad menjadi korban serangan drone militer Israel. Dalam pernyataan resmi mereka, militer Israel mengidentifikasi Khad sebagai anggota senior Hamas yang tewas dalam serangan tersebut.

Serangan udara tersebut dilakukan dengan presisi tinggi, menghancurkan mobil yang ditumpangi Abed Khad di wilayah Jalur Gaza.

Kematian Mahmoud Muhammad Abed Khad adalah bagian dari konflik yang berkelanjutan antara Israel dan Hamas.

Dalam dua pekan terakhir sebelum kematian Abed Khad, militer Israel mengklaim telah menewaskan 113 anggota Hamas di area Zeitoun.

Konflik ini telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan kedua belah pihak saling menyerang satu sama lain.

Meskipun kematian Mahmoud Muhammad Abed Khad adalah tragedi, ini juga menunjukkan realitas keras dari konflik yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

Konflik ini telah merenggut banyak nyawa dan menyebabkan penderitaan yang besar bagi penduduk sipil di wilayah tersebut.

Dalam mengenang Mahmoud Muhammad Abed Khad, dunia perlu berharap untuk masa depan di mana perdamaian dan keadilan dapat dicapai di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, profil Mahmoud Muhammad Abed Haz adalah cerita tentang seorang pria yang berdedikasi untuk tujuannya, tetapi juga korban dari konflik yang lebih besar.

Dia akan diingat sebagai anggota penting dari Hamas, dan kematian tragisnya adalah pengingat tentang biaya nyata dari konflik ini.

Kekuatan Brigade Zeitoun


Brigade Zeitoun adalah unit yang beroperasi di wilayah Zeitoun, Gaza City. Nama ini sering dikaitkan dengan serangkaian peristiwa yang terjadi selama konflik antara Israel dan Hamas.

Pada tahun 2008-2009, Brigade Zeitoun terlibat dalam perang Gaza selama tiga pekan. Peristiwa ini dikenal sebagai “Pembantaian Distrik Zeitoun” di dunia Arab.

Selama periode ini, militer Israel, dipimpin unit Brigade Givati, melakukan serangan militer ke distrik Zeitoun.

Pada tahun 2024, Brigade Zeitoun kembali menjadi pusat perhatian ketika militer Israel melakukan serangan di wilayah tersebut.

Selama operasi ini, pasukan Israel dari Brigade 401 dan unit tambahan dari Divisi 162 melakukan serangkaian operasi di wilayah Zeitoun.

Wilayah Zeitoun juga dikenal sebagai tempat di mana Hamas berusaha mengumpulkan kembali kekuatannya.

Menurut laporan, Hamas berusaha untuk membangun kembali kekuatannya di wilayah utara Gaza, dan pasukan Israel (IDF) bertekad menghancurkannya.

Secara keseluruhan, Zeitoun adalah bagian penting dari konflik yang berkelanjutan antara Israel dan Hamas.

Wilayah ini telah menjadi sasaran serangan militer dan juga menjadi tempat di mana Hamas berusaha untuk mempertahankan dan membangun kembali kekuatannya.

Hingga saat ini Israel telah membunuh 30.800 warga Palestina di Jalur Gaza. Lebih dari 72.000 orang terluka di wilayah itu. 7.000 orang hilang dan diperkirakan tewas di bawah puing di seluruh Gaza.

Baca juga: Hamas Kutuk AS Jadi Mitra Israel dalam Genosida di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved