alexametrics

Jadi Terkaya Dunia Bukan karena Faktor Usia

loading...
Jadi Terkaya Dunia Bukan karena Faktor Usia
Jadi Terkaya Dunia Bukan karena Faktor Usia
A+ A-
NEW YORK - Usia muda bukan hal yang mustahil bagi seseorang untuk menjadi orang-orang terkaya dunia. Para miliarder dunia tercatat memiliki usia yang relatif muda saat tercatat memiliki USD1 juta pertama (sebagai jutawan) dan kemudian USD1 miliar pertama (sebagai miliarder) dalam hidup mereka.

Hanya, rentang waktu mereka dalam menggapai kekayaannya berbeda-beda. Co-founder Facebook, Mark Zuckerberg, misalnya, memiliki kekayaan USD1 juta pertama dalam usia 22 tahun pada 2007.

Zuckerberg hanya membutuhkan waktu setahun untuk mengubah posisinya dari jutawan menjadi miliarder pada umur 23 tahun. Pendiri Berkshire Hathaway Warren Buffett, meraih USD1 juta pertama pada usia 30 tahun, kemudian memiliki USD1 miliar pertama pada usia 56 tahun.

“Buffett membutuhkan waktu 26 tahun dari posisi sebagai jutawan untuk kemudian menjadi miliarder,” ungkap laporan Business Insider. Adapun pendiri Amazon Inc, Jeff Bezos, di usia 33 tahun sudah menjadi jutawan dan pada usia 35 tahun sudah menjadi miliarder.

“Selisih waktu yang diperlukan Bezos untuk menjadi miliarder hanya dua tahun dari saat dia memiliki kekayaan USD1 juta pertama,” papar laporan Business Insider.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index (Indeks Miliarder Bloom berg), Zuckerberg merupakan orang terkaya kelima di dunia tahun ini dengan nilai kekayaan mencapai USD70,2 miliar. Posisinya di ranking lima besar orang terkaya di dunia tidak pernah goyah sekalipun meski kekayaannya pernah berkurang USD2,61 miliar.

Kesuksesan Zuckerberg berada di luar dugaan dan dipenuhi lika-liku. Awalnya, dia membuat program bernama Facemash di ruang asramanya saat kuliah di Harvard pada 2000-an. Saat itu dia iseng menyimpan nama dan foto seluruh teman asramanya dan diurutkan berdasarkan popularitas dalam program Facemash-nya.

Namun, selang sepekan, pihak kampus melumpuhkan situs tersebut karena mengganggu akses jaringan. Selain itu, banyak mahasiswa yang mengeluhkan foto mereka dipajang tanpa seizin pemiliknya. Setelah meminta maaf, Zuckerberg kembali menekuni bakatnya dan mulai menulis kode baru The-facebook pada Januari 2004.

Zuckerberg harus pulang dengan penuh kekecewaan karena di drop out (DO) dari Harvard setelah menghadapi sengketa. Dia dituduh menipu seniornya yang memiliki ide membuat jaringan sosial di lingkungan kampus bernama Harvard Connection.com dengan membuat produk lain.

Dia dituntut hingga pengadilan. Tiga tahun berselang, Zuckerberg yang kala itu masih berusia 20 tahun menjadi jutawan. Dia kemudian mendaftarkan Facebook dalam Bursa Saham New York pada 2007 dan pada saat bersamaan, menjadi miliarder termuda di dunia. Popularitas Facebook merangkak naik. Jumlah penggunanya mencapai 2,3 miliar per bulan.

Perjalanan berbeda dan cukup berliku dilalui Buffett. Dia tidak meraih sukses secepat dan semuda Zuckerberg.

Gelar miliarder baru diraihnya pada usia 56 tahun atau sekitar 26 tahun sejak dia menjadi jutawan. Kekayaan Buffett saat ini mencapai USD86,7 miliar. Dia menjadi orang terkaya ketiga di dunia di belakang Bill Gates dan Jeff Bezos.

Buffett dikenal sebagai raja investasi. Dia sangat cermat mengelola uang dan berani mengambil risiko. Awalnya, dia bekerja sebagai sales investasi di Buffett-Falk & Co pada tahun 1951-1954 sebelum menjadi broker dan agen public speaking.

Bermodal pengalaman itu, dia mulai mengajar di kelas malam Universitas of Nebraska-Omaha. Selama bekerja di lembaga pendidikan, Buffett juga mulai membeli saham di Sinclair Texaco, meski berakhir buruk.

Pengalaman itu tidak membuatnya menyerah. Dia menciptakan Buffett Partnership dan mengakuisisi pabrik tekstil Berkshire Hathaway. Saat ini Berkshire Hathaway menjadi perusahaan holding raksasa.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak