5 Fakta Pemerintahan Baru Palestina, Termasuk Buang Hamas?

Senin, 04 Maret 2024 - 14:32 WIB
loading...
A A A
Pada bulan Januari, Mustafa memimpin delegasi Palestina di Forum Ekonomi Dunia di Davos, di mana dia mengatakan kepada hadirin: "Jalan terbaik bagi kita semua—termasuk Israel—adalah menjadi negara bagi rakyat Palestina, perdamaian bagi semua orang, dan keamanan bagi semua orang. Semakin cepat kita melakukan hal ini, semakin baik.”

PA, yang dibentuk 30 tahun lalu sebagai pemerintahan sementara setelah perjanjian damai Oslo, saat ini menjalankan pemerintahan terbatas di sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel dan tidak ada pemerintahan di Gaza, tempat mereka diusir oleh kelompok Hamas setelah pemilu Palestina tahun 2006.

Walaupun PA yang direformasi merupakan pilihan yang lebih disukai AS dan negara-negara lain untuk memerintah Tepi Barat dan Gaza sebagai bagian dari dorongan baru bagi solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan, badan pemerintahan tersebut kurang populer di kalangan warga Palestina.

Beberapa warga menganggapnya sebagai subkontraktor pendudukan militer Israel yang menghukum.

Memang benar, jajak pendapat pada bulan Desember yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina menemukan bahwa hampir 60% responden di Tepi Barat dan Gaza mendukung pembubaran Otoritas Palestina—persentase tertinggi yang pernah tercatat dalam jajak pendapat PSR.

Tuntutan pengunduran diri Abbas bahkan lebih tinggi lagi, yakni sekitar 90%.

2. Isyarat Hamas Dibuang dari Pemerintahan Baru Palestina


Pemerintahan teknokratis baru diperkirakan terdiri dari tokoh-tokoh independen yang tidak berafiliasi dengan faksi Palestina mana pun, termasuk Hamas.

Oleh karena itu, Mustafa dari International Crisis Group mengatakan, pembentukan pemerintahan baru tidak akan ditentukan oleh kelompok militan, dan juga tidak akan melibatkan anggotanya.

“Komunitas internasional telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa mereka tidak akan terlibat dalam diplomasi tingkat tinggi apa pun dengan Hamas,” kata Mustafa.

"Jadi gagasan untuk melibatkan mereka dalam pemerintahan apa pun bukanlah sebuah usulan yang bisa diterapkan Sekarang."

Namun, Mustafa menambahkan bahwa ada harapan bahwa mantan pegawai sipil Hamas di Gaza akan selalu terlibat dalam pemerintahan sehari-hari di Jalur Gaza dengan syarat bahwa orang-orang tersebut tidak terlibat dalam sayap militer Hamas.

3. Israel Menolak Peran Palestina atas Gaza


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak kemungkinan peran Otoritas Palestina di Gaza setelah perang dengan Hamas berakhir nanti.

Sebaliknya, dia menawarkan visinya sendiri untuk apa yang disebut “hari setelah” perang, yang mengusulkan agar Israel mempertahankan kendali tanpa batas atas Tepi Barat dan Gaza, sehingga mensterilkan kemungkinan pembentukan Negara Palestina—yang mana pemerintah Israel juga menolak.

“Israel mengirimkan sinyal yang sangat jelas ke sini bahwa otonomi Palestina—apalagi penentuan nasib sendiri—tidak mungkin dilakukan,” kata Mustafa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Ngeri! Jendela Pesawat...
Ngeri! Jendela Pesawat Lepas, Lansia Nyaris Tersedot Keluar saat Penerbangan dari Yunani
Rekomendasi
Bellingham vs Messi:...
Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
Memperkuat Komunikasi...
Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan
Berita Terkini
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved