Lenyap Misterius 10 Tahun, Malaysia Airlines MH370 Dicari Lagi

Senin, 04 Maret 2024 - 07:10 WIB
loading...
Lenyap Misterius 10...
Pemerintah Malaysia berjanji untuk melanjutkan pencarian Malaysia Airlines MH370 yang lenyap misterius bersama 239 orang di dalamnya sejak 8 Maret 2014 atau hampir 10 tahun lalu. Foto/Nine
A A A
KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia telah berjanji untuk mencari lagi Malaysia Airlines Penerbangan 370 atau MH370 yang lenyap misterius bersama 239 orang di dalamnya.

Pesawat itu lenyap misterius setelah lepas landas dari Kuala Lumpur, Malaysia, dan hendak menuju Beijing, China, pada 8 Maret 2014 atau hampir 10 tahun silam.

Boeing 777 itu menghilang dari layar radar tak lama setelah lepas landas, dan diperkirakan jatuh di selatan Samudera Hindia.

Janji bahwa Malaysia akan melanjutkan pencarian MH370 disampaikan Menteri Transportasi Anthony Loke kepada kerabat dari 239 orang hilang.

Baca Juga: Misteri Malaysia Airlines MH370 Lenyap Bersama 239 Orang, Eks Pilot Duga Disengaja

"Pemerintah Malaysia tetap berkomitmen untuk menemukan pesawat ini," katanya.

“Saat saya berdiri di hadapan Anda, dan membuat janji ini, saya akan melakukan segala kemungkinan untuk mendapatkan bukti, untuk menandatangani kontrak baru dengan Ocean Infinity agar pencarian dapat dilanjutkan sesegera mungkin,” lanjut Loke, seperti dikutip dari MalayMail, Senin (4/3/2024).

Ocean Infinity adalah perusahaan robotika kelautan yang berbasis di Texas yang menjelajahi Samudra Hindia untuk mencari jejak pesawat tersebut pada tahun 2018.

Tidak ada yang ditemukan dan misi tersebut dibatalkan setelah enam bulan.

CEO Ocean Infinity Oliver Plunkett mengumumkan tahun lalu bahwa perusahaannya telah menemukan bukti baru yang menunjukkan potensi lokasi kecelakaan, dan mengatakan bahwa dia telah mengajukan petisi kepada pemerintah Malaysia untuk izin melakukan pencarian baru.

Loke mengatakan pada hari Minggu bahwa dia telah menginstruksikan para pejabat untuk bertemu dengan pihak Ocean Infinity untuk membahas proposal "no find, no fee" atau "tidak ada penemuan, tidak ada biaya" oleh perusahaan.

“Meski ‘no find, no fee’, kami antisipasi jika mulai menjalin kontrak dengan Ocean Infinity, kami berharap pesawat tersebut ditemukan,” ujarnya.

Pesawat tersebut menghilang dari layar radar sekunder—yang menampilkan data lokasi dan transponder pesawat—namun terlacak oleh radar utama militer Malaysia selama satu jam berikutnya, yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut berbelok tajam ke barat dan terbang kembali melintasi Semenanjung Malaya menuju laut Andaman.

Baca Juga: Misteri Lenyapnya Malaysia Airlines MH370: Muatan Manggis Tak Masuk Akal hingga Pakar Dibungkam

Ketika MH370 terus terbang selama enam jam berikutnya, unit data satelitnya yang dinonaktifkan melakukan upaya berulang kali untuk masuk ke jaringan telekomunikasi yang dioperasikan oleh perusahaan Inggris; Inmarsat.

Sebuah tim penyelidik internasional yang dipimpin oleh Biro Keselamatan Transportasi Australia dapat menyimpulkan jalur penerbangan kasar pesawat tersebut dari waktu yang dibutuhkan sinyal-sinyal ini untuk berpindah dari pesawat ke satelit, dan menyimpulkan bahwa kemungkinan besar pesawat tersebut terbang ke Samudra Hindia bagian selatan hingga bahan bakar habis.

Polisi Malaysia kemudian menemukan bahwa kapten pesawat, Zaharie Ahmad Shah, telah berlatih menerbangkan Boeing 777 jauh ke Samudra Hindia dengan menggunakan simulator sebelum pesawat tersebut hilang.

Mantan Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan kepada Sky News pada tahun 2020: “Sejak awal, [pemerintah Malaysia] menganggap tindakan tersebut adalah pembunuhan-bunuh diri yang dilakukan oleh pilotnya.”

Bertahun-tahun sejak hilangnya MH370, dugaan puing-puing dari jet tersebut telah terdampar di pantai Afrika Selatan, Mozambik, Mauritius, dan wilayah Reunion milik Prancis.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved