7 Dilema Suksesi Ayatollah Khamenei yang Membayangi Pemilu Iran

Minggu, 03 Maret 2024 - 23:23 WIB
loading...
A A A
Negar Mortazavi, Direktur dan Peneliti Senior di Pusat Kebijakan Internasional dan pembawa acara Iran Podcast, menjelaskan kepada The New Arab bahwa putra Khamenei tidak mungkin menjadi penerus karena Khamenei sendiri ingin menghindari terlihat seperti raja yang memulai garis suksesi secara turun-temurun.

Dia mengatakan situasinya berubah-ubah. “Ini akan menjadi momen transformasi penting bagi Republik Islam. Hal ini akan mempunyai konsekuensi politik dan bahkan sosial yang penting. Itu semua tergantung juga kapan waktunya dan faksi mana yang mempunyai kekuatan ketika momen itu tiba. Saat ini, kelompok konservatif/garis keraslah yang memegang kekuasaan penuh,” kata Mortazavi kepada TNA.

“Kaum moderat (seperti mantan presiden Hassan Rouhani) dan kaum reformis telah dikesampingkan” – namun ia menjelaskan bahwa status quo ini mungkin tidak akan bertahan selamanya, mengutip berbagai pergeseran politik antara pemerintahan moderat dan garis keras dalam sejarah Republik Islam.

7. Kandidat Moderat Diunggulkan

7 Dilema Suksesi Ayatollah Khamenei yang Membayangi Pemilu Iran

Foto/Reuters

Kandidat moderat yang sebelumnya potensial untuk posisi Pemimpin Tertinggi, sebelum Iran beralih ke sayap kanan, adalah Hassan Rouhani, yang menjabat ketika Iran menjadi perantara perjanjian nuklir penting dengan AS – sebuah perubahan diplomatik besar yang dibatalkan oleh pemerintahan Trump.

Meskipun Dewan Penjaga mendiskualifikasi dia dari seleksi, sifat struktur politik Iran yang berubah-ubah dan waktu kematian Khamenei berarti bahwa kandidat seperti Rouhani masih dapat berperan.

Potensi hasil lain setelah kematian Khamenei, kata Mortazavi, adalah tidak hanya satu orang, melainkan sekelompok orang yang bisa menggantikan Khamenei.

“Setelah dia meninggal, dewan kepemimpinan yang terdiri dari beberapa anggota dapat menggantikannya. Kalau calonnya sedikit dan tidak ada yang menang, bisa dibentuk dewan pimpinan semua, ”ujarnya.

“Seluruh prosesnya tidak jelas, tidak terlalu transparan, tidak bersifat publik, tidak terlalu demokratis, dan tidak dapat diakses oleh masyarakat – sehingga pemilihan Majelis Ahli ini adalah yang paling dekat dimana masyarakat dapat memperoleh akses atau pengawasan langsung dalam bentuk apapun."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Harga Minyak Dunia Melonjak...
Harga Minyak Dunia Melonjak usai Iran Serang Israel, Brent Tembus 95 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved