Terlalu Lelah Berperang dengan Hamas, Banyak Tentara Israel Pilih Mengundurkan Diri
Sabtu, 02 Maret 2024 - 22:40 WIB
loading...
Banyak tentara Israel memilih mengundurkan diri karena stres dan perang yang terlalu lama dengan Hamas. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Sebuah laporan Israel mengungkapkan sejauh mana penderitaan yang dialami tentara pendudukan di Jalur Gaza lima bulan setelah perang dimulai. Banyak tentara Israel yang stres karena lelah berperang melawan Hamas memilih mengundurkan diri.
Situs web Walla Israel mengungkapkan bahwa anggota tentara pendudukan di Jalur Gaza kadang-kadang mengundurkan karena krisis pangan dan tempat untuk tidur.
“Banyak dari mereka tidak dapat menanggung tekanan psikologis dan meninggalkan militer," demikian laporan Walla Israel, dilansir Middle East Monitor.
Laporan tersebut menyatakan bahwa para anggota yang ditugaskan untuk mengemudikan buldoser dan kendaraan bekerja tanpa masalah berarti pada awal pertempuran darat, namun setelah sekitar lima bulan, mereka diberhentikan karena berbagai alasan termasuk alat peledak dan ranjau yang ditanam oleh perlawanan.
Tentara pendudukan mengumumkan pada hari Jumat bahwa jumlah perwira dan tentara yang tewas sejak awal perang di Gaza telah meningkat menjadi 582 orang, termasuk 242 orang sejak dimulainya invasi darat.
Situs web Walla Israel mengungkapkan bahwa anggota tentara pendudukan di Jalur Gaza kadang-kadang mengundurkan karena krisis pangan dan tempat untuk tidur.
“Banyak dari mereka tidak dapat menanggung tekanan psikologis dan meninggalkan militer," demikian laporan Walla Israel, dilansir Middle East Monitor.
Laporan tersebut menyatakan bahwa para anggota yang ditugaskan untuk mengemudikan buldoser dan kendaraan bekerja tanpa masalah berarti pada awal pertempuran darat, namun setelah sekitar lima bulan, mereka diberhentikan karena berbagai alasan termasuk alat peledak dan ranjau yang ditanam oleh perlawanan.
Tentara pendudukan mengumumkan pada hari Jumat bahwa jumlah perwira dan tentara yang tewas sejak awal perang di Gaza telah meningkat menjadi 582 orang, termasuk 242 orang sejak dimulainya invasi darat.
Lihat Juga :