5 Fakta Negara Transnistria, Negara Kecil yang Meminta Dukungan dari Rusia
Sabtu, 02 Maret 2024 - 11:52 WIB
loading...
A
A
A
Referendum kemerdekaan pada bulan September 2006, yang tidak diakui oleh Moldova atau komunitas internasional, menunjukkan bahwa wilayah tersebut menegaskan kembali tuntutannya untuk kemerdekaan dan memberikan suara untuk mendukung persatuan dengan Rusia.
Transnistria yang sebelumnya merupakan negara yang dikuasai Uni Soviet ini adalah bagian otonom Ukraina, dan wilayah tetangga Bessarabia. Sehingga sebagian besar penduduk di wilayah ini menggunakan bahasa Rusia.
Namun di hari-hari terakhir Uni Soviet, kekhawatiran muncul di wilayah Dniester atas meningkatnya nasionalisme Moldova.
Ditambah lagi dengan ditetapkannya undang-undang tahun 1989 yang menjadikan bahasa Moldova sebagai bahasa resmi menambah ketegangan dan wilayah tersebut memisahkan diri pada bulan September 1990.
Pasukan paramiliter wilayah yang memisahkan diri mengambil alih lembaga-lembaga publik Moldova di wilayah tersebut pada tahun 1991.
Pertempuran semakin intensif, yang berpuncak pada pertempuran di tepi kanan sungai Dniester pada bulan Juni 1992. Hingga 700 orang tewas dalam konflik tersebut.
Pada akhirnya konflik ini terhenti usai penandatanganan gencatan senjata pada bulan Juli 1992, dibarengi dengan pembentukan zona keamanan demiliterisasi.
2. Akar Konflik dengan Moldova
Transnistria yang sebelumnya merupakan negara yang dikuasai Uni Soviet ini adalah bagian otonom Ukraina, dan wilayah tetangga Bessarabia. Sehingga sebagian besar penduduk di wilayah ini menggunakan bahasa Rusia.
Namun di hari-hari terakhir Uni Soviet, kekhawatiran muncul di wilayah Dniester atas meningkatnya nasionalisme Moldova.
Ditambah lagi dengan ditetapkannya undang-undang tahun 1989 yang menjadikan bahasa Moldova sebagai bahasa resmi menambah ketegangan dan wilayah tersebut memisahkan diri pada bulan September 1990.
Pasukan paramiliter wilayah yang memisahkan diri mengambil alih lembaga-lembaga publik Moldova di wilayah tersebut pada tahun 1991.
Pertempuran semakin intensif, yang berpuncak pada pertempuran di tepi kanan sungai Dniester pada bulan Juni 1992. Hingga 700 orang tewas dalam konflik tersebut.
Pada akhirnya konflik ini terhenti usai penandatanganan gencatan senjata pada bulan Juli 1992, dibarengi dengan pembentukan zona keamanan demiliterisasi.
Lihat Juga :