Samakan Pemakai Burka dengan Perampok Bank, Boris Johnson Ogah Minta Maaf

Rabu, 08 Agustus 2018 - 00:50 WIB
Samakan Pemakai Burka...
Samakan Pemakai Burka dengan Perampok Bank, Boris Johnson Ogah Minta Maaf
A A A
LONDON - Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Boris Johnson menolak desakan untuk minta maaf atas komentar kontroversialnya. Johnson menyebut burka sebagai busana konyol dan menyamakan wanita yang memakainya dengan perampok bank.

Burka adalah busana yang menutupi tubuh secara penuh, termasuk wajah dan hanya menyisakan bagian mata. Busana ini biasanya dikenakan oleh sebagian kaum perempuan Muslim.

Johnson yang belum lama ini mengundurkan diri sebagai Menlu Inggris membandingkan pemakai burka dengan remaja yang memberontak. Komentar itu dia buat dalam sebuah kolom di surat kabar Telegraph.

Ketua Partai Konservatif Brandon Lewis, melalui Twitter, telah mendesak Johnson untuk minta maaf. "Saya telah meminta Boris Johnson untuk meminta maaf."

Tetapi sumber yang dekat dengan Johnson mengatakan desakan itu terlalu konyol. Menurutnya, dengan meminta maaf berarti menyerah kepada para ekstremis.

"Sungguh menggelikan pandangan-pandangan ini diserang, kita tidak boleh jatuh ke dalam perangkap untuk menutup perdebatan tentang masalah-masalah yang sulit," kata sumber tersebut mengacu pada sikap Johnson, seperti dikutip BBC, Rabu (8/8/2018).

"Kita harus menyerukannya. Jika kita gagal berbicara untuk nilai-nilai liberal, maka kita hanya memberikan landasan kepada kaum reaksioner dan ekstremis," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Inggris Alistair Burt mengatakan ada "tingkat pelanggaran" dalam komentar Johnson.

Dalam kolomnya, Johnson menulis; "Jika Anda memberi tahu saya bahwa burka itu menindas, maka saya bersama Anda."

"Jika Anda mengatakan bahwa itu aneh dan penindasan untuk mengharapkan wanita menutupi wajah mereka, maka saya setuju sepenuhnya," lanjut Johnson.

"Saya akan melangkah lebih jauh dan mengatakan bahwa itu benar-benar konyol bahwa orang harus memilih untuk berkeliling mencari kotak surat," imbuh dia yang mengindentikkan burka dengan kotak surat.

Dia menambahkan dia merasa berhak sepenuhnya untuk meminta perempuan agar menghapus penutup wajah. "Sekolah dapat melakukan hal yang sama jika seorang siswI muncul tampak seperti perampok bank," tulis Johnson mengacu pada siswi pemakai burka.
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
48 menit yang lalu
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
1 jam yang lalu
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
2 jam yang lalu
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
3 jam yang lalu
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
4 jam yang lalu
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved