Komandan Pasukan Elite Iran Minta Milisi Irak Berhenti Serang Tentara AS, Mengapa?
Senin, 19 Februari 2024 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
Serangan terhadap pangkalan militer AS yang dikenal sebagai Tower 22 di wilayah terpencil di timur laut Yordania mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh Washington, karena ini menandai kematian publik pertama tentara AS sejak serangan terhadap pasukan AS dimulai, menyusul pecahnya perang di Gaza pada bulan Oktober.
Qaani mengatakan kepada faksi-faksi Irak bahwa membunuh orang Amerika berisiko menimbulkan respons keras dari AS, menurut laporan Reuters mengutip 10 sumber termasuk politisi, pejabat keamanan, diplomat, dan anggota kelompok bersenjata.
Menurut salah satu sumber, Qaani mengatakan para milisi harus bersembunyi untuk menghindari serangan AS terhadap komandan senior mereka, penghancuran infrastruktur utama, atau bahkan pembalasan langsung terhadap Iran.
Meskipun salah satu faksi pada awalnya tidak menyetujui permintaan Qaani, sebagian besar faksi lainnya menyetujuinya.
Keesokan harinya, Kataeb Hizbullah—milisi Syiah paling kuat dan aktif yang didukung Iran di Irak—mengumumkan bahwa mereka menghentikan serangan terhadap pasukan AS.
Sebagai pembalasan atas kematian tiga tentaranya, AS melancarkan serangan terhadap 85 sasaran di Suriah dan Irak pada 2 Februari. Serangan itu diklaim menargetkan kelompok milisi yang berafiliasi dengan Iran dan sekutunya.
Qaani mengatakan kepada faksi-faksi Irak bahwa membunuh orang Amerika berisiko menimbulkan respons keras dari AS, menurut laporan Reuters mengutip 10 sumber termasuk politisi, pejabat keamanan, diplomat, dan anggota kelompok bersenjata.
Menurut salah satu sumber, Qaani mengatakan para milisi harus bersembunyi untuk menghindari serangan AS terhadap komandan senior mereka, penghancuran infrastruktur utama, atau bahkan pembalasan langsung terhadap Iran.
Meskipun salah satu faksi pada awalnya tidak menyetujui permintaan Qaani, sebagian besar faksi lainnya menyetujuinya.
Keesokan harinya, Kataeb Hizbullah—milisi Syiah paling kuat dan aktif yang didukung Iran di Irak—mengumumkan bahwa mereka menghentikan serangan terhadap pasukan AS.
Sebagai pembalasan atas kematian tiga tentaranya, AS melancarkan serangan terhadap 85 sasaran di Suriah dan Irak pada 2 Februari. Serangan itu diklaim menargetkan kelompok milisi yang berafiliasi dengan Iran dan sekutunya.
Lihat Juga :