Perang Gaza Ancam Produksi Pesawat F-35, Kenapa?
Kamis, 15 Februari 2024 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Melakukan hal ini akan mempunyai konsekuensi yang jauh melampaui Israel dan perang di Gaza.
![Perang Gaza Ancam Produksi Pesawat F-35, Kenapa?]()
Foto/Reuters
Belanda menjadi tuan rumah salah satu dari tiga gudang di seluruh dunia untuk suku cadang F-35, di Woensdrecht. Namun, Belanda berpendapat bahwa Israel tidak dapat dijadikan sasaran embargo saja, karena pemerintah Belanda mengekspor suku cadang ke semua negara dalam program F-35 di bawah satu lisensi, berlabel AV009.
Inilah salah satu alasan mengapa pemerintah Belanda menolak untuk menunda pengiriman suku cadang ke Israel.
“Berdasarkan AV009, tidak mungkin untuk mengecualikan negara tertentu sebagai tujuan pengiriman,” pengadilan mengakui. “Semua pemasok ke Israel harus dikecualikan, tapi itu berarti pemasok tersebut tidak lagi diizinkan untuk memasok ke negara lain.”
Tiga organisasi kemanusiaan Belanda yang mengajukan gugatan: Oxfam Novib, PAX Netherland Peace Movement Foundation dan The Rights Forum.
![Perang Gaza Ancam Produksi Pesawat F-35, Kenapa?]()
Foto/Reuters
Keputusan tersebut, jika tidak dibatalkan di tingkat banding, dapat berdampak serius terhadap F-35, yang dirancang dan dibangun oleh Lockheed Martin Corporation yang berbasis di Amerika Serikat.
Pesanan untuk jet tersebut mencapai lebih dari 150 pada bulan Oktober lalu, karena anggota NATO telah bersiap untuk mengadopsinya sebagai pesawat generasi berikutnya. Negara-negara yang memesan pesawat senilai puluhan miliar dolar termasuk AS, Swiss, Finlandia, Denmark, dan Republik Ceko. Israel adalah satu-satunya negara yang mengoperasikan pesawat tersebut di Mediterania timur. Mereka telah membeli tiga skuadron yang masing-masing terdiri dari 24 pesawat.
![Perang Gaza Ancam Produksi Pesawat F-35, Kenapa?]()
Keputusan pengadilan Belanda didasarkan pada Konvensi Jenewa tahun 1949, yang merupakan landasan hukum humaniter internasional.
Keputusan tersebut tidak ada bandingannya, kata para ahli, karena biasanya hanya pengadilan internasional yang menerapkan hukum internasional.
3. Belanda Jadi Gudang Suku Cadang F-35

Foto/Reuters
Belanda menjadi tuan rumah salah satu dari tiga gudang di seluruh dunia untuk suku cadang F-35, di Woensdrecht. Namun, Belanda berpendapat bahwa Israel tidak dapat dijadikan sasaran embargo saja, karena pemerintah Belanda mengekspor suku cadang ke semua negara dalam program F-35 di bawah satu lisensi, berlabel AV009.
Inilah salah satu alasan mengapa pemerintah Belanda menolak untuk menunda pengiriman suku cadang ke Israel.
“Berdasarkan AV009, tidak mungkin untuk mengecualikan negara tertentu sebagai tujuan pengiriman,” pengadilan mengakui. “Semua pemasok ke Israel harus dikecualikan, tapi itu berarti pemasok tersebut tidak lagi diizinkan untuk memasok ke negara lain.”
Tiga organisasi kemanusiaan Belanda yang mengajukan gugatan: Oxfam Novib, PAX Netherland Peace Movement Foundation dan The Rights Forum.
4. Masa Depan F-35 Bisa Terganggu

Foto/Reuters
Keputusan tersebut, jika tidak dibatalkan di tingkat banding, dapat berdampak serius terhadap F-35, yang dirancang dan dibangun oleh Lockheed Martin Corporation yang berbasis di Amerika Serikat.
Pesanan untuk jet tersebut mencapai lebih dari 150 pada bulan Oktober lalu, karena anggota NATO telah bersiap untuk mengadopsinya sebagai pesawat generasi berikutnya. Negara-negara yang memesan pesawat senilai puluhan miliar dolar termasuk AS, Swiss, Finlandia, Denmark, dan Republik Ceko. Israel adalah satu-satunya negara yang mengoperasikan pesawat tersebut di Mediterania timur. Mereka telah membeli tiga skuadron yang masing-masing terdiri dari 24 pesawat.
5. Tunduk pada Konvensi Jenewa

Keputusan pengadilan Belanda didasarkan pada Konvensi Jenewa tahun 1949, yang merupakan landasan hukum humaniter internasional.
Keputusan tersebut tidak ada bandingannya, kata para ahli, karena biasanya hanya pengadilan internasional yang menerapkan hukum internasional.
Lihat Juga :