Rusia Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, AS Ketakutan
Kamis, 15 Februari 2024 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
ABC News dan New York Times mengutip sumber pemerintah AS—yang tidak disebutkan namanya—yang mengatakan bahwa ancaman keamanan yang dimaksud Turner melibatkan potensi penempatan senjata nuklir anti-satelit Rusia di luar angkasa.
New York Times melaporkan bahwa sekutu AS juga telah diberi pengarahan mengenai intelijen tersebut, yang dianggap tidak mewakili ancaman mendesak, karena dugaan kemampuan Rusia itu masih dalam pengembangan.
Tidak jelas apakah peringatan intelijen baru ini terkait dengan peluncuran roket Soyuz yang dilakukan Rusia pada tanggal 9 Februari yang membawa muatan rahasia Kementerian Pertahanan Rusia.
“Rusia telah melakukan beberapa eksperimen dengan manuver satelit yang mungkin dirancang untuk menyabotase satelit lain,” kata Hans Kristensen, direktur proyek informasi nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika, seperti dikutip The Guardian.
Dia menekankan bahwa penyebaran senjata nuklir di luar angkasa akan melanggar Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967, yang mana Moskow merupakan salah satu penandatangannya.
“Masalahnya bukan pada peningkatan ancaman senjata nuklir, melainkan peningkatan ancaman terhadap aset komando dan kontrol nuklir berbasis ruang angkasa negara lain. Ini akan sangat mengganggu stabilitas," ujarnya.
New York Times melaporkan bahwa sekutu AS juga telah diberi pengarahan mengenai intelijen tersebut, yang dianggap tidak mewakili ancaman mendesak, karena dugaan kemampuan Rusia itu masih dalam pengembangan.
Tidak jelas apakah peringatan intelijen baru ini terkait dengan peluncuran roket Soyuz yang dilakukan Rusia pada tanggal 9 Februari yang membawa muatan rahasia Kementerian Pertahanan Rusia.
“Rusia telah melakukan beberapa eksperimen dengan manuver satelit yang mungkin dirancang untuk menyabotase satelit lain,” kata Hans Kristensen, direktur proyek informasi nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika, seperti dikutip The Guardian.
Dia menekankan bahwa penyebaran senjata nuklir di luar angkasa akan melanggar Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967, yang mana Moskow merupakan salah satu penandatangannya.
“Masalahnya bukan pada peningkatan ancaman senjata nuklir, melainkan peningkatan ancaman terhadap aset komando dan kontrol nuklir berbasis ruang angkasa negara lain. Ini akan sangat mengganggu stabilitas," ujarnya.
Lihat Juga :