AS Diam-diam Sita Jet Jumbo Venezuela, Caracas Sebut Washington Pencuri

Rabu, 14 Februari 2024 - 09:44 WIB
loading...
AS Diam-diam Sita Jet...
Pemandangan pesawat Boeing 747 terdaftar dengan nomor YV3531 milik maskapai Emtrasur Cargo Venezuela, di Bandara Internasional Cordoba, Ambrosio Taravella, di Cordoba, Argentina, 6 Juni 2022. Foto/REUTERS/Sebastian Borsero
A A A
CARACAS - Pihak berwenang Amerika Serikat (AS) menahan satu pesawat kargo Venezuela. Washington mengklaim pesawat tersebut sebelumnya milik maskapai penerbangan Iran yang diduga berafiliasi dengan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Caracas mengecam tindakan tersebut, mengklaim transfer pesawatnya ke AS dilakukan secara rahasia.

Menurut pernyataan di situs Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada Senin (12/2/2024), jumbo jet buatan Amerika tersebut dipindahkan ke AS pada 11 Februari oleh pemerintah Argentina, yang telah menahan pesawat tersebut pada 2022.

Para pejabat AS mengklaim pesawat tersebut sebelumnya dimiliki Mahan Air, maskapai penerbangan Iran yang terkena sanksi dan dituduh AS mengangkut senjata dan pesawat tempur untuk IRGC, cabang utama Angkatan Bersenjata Iran. Kelompok ini telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Washington.

Jet yang disita sebelumnya telah dijual Mahan Air ke maskapai kargo Venezuela Emtrasur dalam transaksi yang “melanggar undang-undang kontrol ekspor AS dan secara langsung menguntungkan Korps Garda Revolusi Islam,” menurut Asisten Jaksa Agung DOJ Matthew G Olsen.

Dia menambahkan, “AS berkomitmen memastikan kekuatan penuh hukum AS tidak memungkinkan aktor-aktor negara yang bermusuhan untuk terlibat dalam kegiatan jahat yang mengancam keamanan nasional kita.”

“Pesawat tersebut sekarang sedang dipersiapkan untuk disposisi,” papar DOJ tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga: Hamas Tak Diberi Tahu tentang Pertemuan 4 Pihak di Kairo

Pemerintah Venezuela menggambarkan penyitaan pesawat tersebut sebagai “pencurian terang-terangan” dan tindakan “kolusi” antara AS dan Argentina yang melanggar peraturan penerbangan sipil serta “hak komersial, sipil dan politik” Emtrasur.

Dalam pernyataan yang diterbitkan di X oleh Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Hill, Caracas juga mengecam sifat rahasia dari transfer tersebut.

Dia mengklaim AS dan Argentina telah menyembunyikan informasi ketika mengidentifikasi penerbangan tersebut dan mematikan transponder 747 beberapa kali dalam perjalanan ke AS pada Minggu.

“Untuk menghindari kedaulatan negara yang mereka lintasi, mereka menghilangkan data pesawat dalam rencana penerbangan, memberinya konotasi penerbangan negara militer (TYSON23), sesekali mematikan transponder, dan lepas landas dari Argentina pada tengah malam, bersembunyi dalam kegelapan sebagai penjahat ketika mereka melakukan kejahatan,” tulis Menteri Transportasi Venezuela Ramon Araguayan di media sosial.

Caracas telah menjanjikan “respon yang kuat, langsung dan proporsional terhadap serangan ini,” dan mengatakan akan mengambil “semua tindakan untuk memulihkan keadilan dan mencapai restitusi pesawat tersebut kepada pemilik sahnya.”

Mahan Air berulang kali membantah memiliki hubungan dengan pesawat yang disita tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Milo dan Kemenpora Perkuat...
Milo dan Kemenpora Perkuat Kolaborasi, Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Kemajuan Olahraga Indonesia
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Berita Terkini
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved