Indonesia Gelar Pemilu Sehari Terbesar di Dunia Besok, Ini yang Disorot Media Asing
Selasa, 13 Februari 2024 - 14:05 WIB
loading...
Media asing ramai-ramai soroti pemilu Indonesia yang akan digelar Rabu (14/2/2024) besok. Itu akan jadi pemilu sehari terbesar di dunia. Foto/SINDOnews.com
A
A
A
JAKARTA - Indonesia menggelar pemilihan umum (pemilu) pada Rabu (14/2/2024) besok, yang akan menjadi pemilu sehari terbesar di dunia.
Sejumlah media asing menyoroti pesta demokrasi ini, termasuk terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena putranya; Gibran Rakabuming Raka, menjadi kontestan sebagai calon wakil presiden (cawapres).
"Indonesia in final stretch ahead of world's biggest single-day election [Indonesia dalam tahap terakhir menjelang pemilu satu hari terbesar di dunia]," bunyi judul laporan media Amerika Serikat; Reuters.
Lebih dari 200 juta pemilih akan memilih presiden dan wakil presiden beserta anggota Parlemen—dari tingkat daerah maupun pusat.
Baca Juga: Media AS Soroti Pemilu Indonesia, Sebut Jokowi Biang Kemunduran Demokrasi
Sekitar 25.000 polisi akan dikerahkan untuk menjamin keamanan pelaksanaan pemungutan suara—yang dipandang sebagai ujian kemajuan demokrasi yang dicapai sejak berakhirnya pemerintahan otoriter 25 tahun lalu.
Masa jabatan Presiden Jokowi akan segera berakhir. Namun, menurut laporan Reuters, menjelang menjelang pemilihan presiden, dia menghadapi kritik atas dugaan campur tangan politiknya dan dorongan untuk mendirikan dinasti politik.
Sejumlah media asing menyoroti pesta demokrasi ini, termasuk terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena putranya; Gibran Rakabuming Raka, menjadi kontestan sebagai calon wakil presiden (cawapres).
"Indonesia in final stretch ahead of world's biggest single-day election [Indonesia dalam tahap terakhir menjelang pemilu satu hari terbesar di dunia]," bunyi judul laporan media Amerika Serikat; Reuters.
Lebih dari 200 juta pemilih akan memilih presiden dan wakil presiden beserta anggota Parlemen—dari tingkat daerah maupun pusat.
Baca Juga: Media AS Soroti Pemilu Indonesia, Sebut Jokowi Biang Kemunduran Demokrasi
Sekitar 25.000 polisi akan dikerahkan untuk menjamin keamanan pelaksanaan pemungutan suara—yang dipandang sebagai ujian kemajuan demokrasi yang dicapai sejak berakhirnya pemerintahan otoriter 25 tahun lalu.
Masa jabatan Presiden Jokowi akan segera berakhir. Namun, menurut laporan Reuters, menjelang menjelang pemilihan presiden, dia menghadapi kritik atas dugaan campur tangan politiknya dan dorongan untuk mendirikan dinasti politik.
Lihat Juga :