Trump Berjanji Akan Batalkan Pembatasan Senjata di AS jika Terpilih Kembali

Sabtu, 10 Februari 2024 - 16:50 WIB
loading...
Trump Berjanji Akan...
Donald Trump berjanji akan membatalkan pembatasan senjata di AS. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Mantan Presiden Donald Trump , kandidat terdepan Partai Republik dalam pemilihan presiden 2024, mengatakan bahwa dia dengan tegas melindungi hak kepemilikan senjata jika terpilih kembali. Dia akan membatalkan semua pembatasan yang diberlakukan oleh Presiden Joe Biden.

Berbicara di hadapan ribuan pendukungnya di sebuah acara yang diselenggarakan oleh National Rifle Association (NRA), Trump berjanji untuk membatalkan aturan yang membatasi penjualan aksesori senjata yang dikenal sebagai penyangga pistol dan peraturan lain yang diberlakukan oleh pemerintahan Biden.

“Setiap serangan Biden terhadap pemilik dan produsen senjata akan dihentikan pada minggu pertama saya kembali menjabat, mungkin hari pertama saya,” kata Trump dalam pidatonya di acara Great American Outdoor di Harrisburg, ibu kota Pennsylvania, dilansir Reuters.

NRA dengan antusias mendukung Trump selama pemilu tahun 2016 dan selama masa pemerintahannya, mendukungnya ketika ia menunjuk tiga hakim konservatif ke Mahkamah Agung dan mengadopsi serangkaian langkah yang diminta oleh kelompok lobi senjata yang berpengaruh. Hal ini termasuk menetapkan toko senjata api sebagai bisnis penting selama pandemi COVID-19, sehingga memungkinkan mereka untuk tetap buka.

Melihat pemilik senjata konservatif sebagai hal yang penting bagi peluangnya untuk terpilih kembali, Trump terus merayu mereka secara agresif. Dia mengatakan kepada massa pada hari Jumat bahwa jika dia terpilih kembali, “tidak ada yang akan menyentuh senjata api Anda” dan membual tentang penolakannya terhadap tekanan untuk menerapkan pembatasan senjata selama masa jabatannya di Gedung Putih dari tahun 2017 hingga 2021.

"Selama empat tahun saya tidak terjadi apa-apa, dan ada tekanan besar pada saya karena berkaitan dengan senjata. Kami tidak melakukan apa pun, kami tidak menyerah," kata Trump.

Partai Republik, dengan dukungan NRA dan kelompok hak kepemilikan senjata lainnya, sebagian besar menentang undang-undang yang lebih ketat, dengan alasan hak untuk memanggul senjata yang ditetapkan dalam Amandemen Kedua Konstitusi AS. Sikap tersebut tetap teguh bahkan dalam menghadapi serangkaian penembakan massal, dan Amerika Serikat mencatat tingkat kematian akibat senjata api tertinggi di antara negara-negara kaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved