Kekuatan Militer China, Rusia dan Iran jika Berkoalisi, Ancam Hegemoni AS
Jum'at, 09 Februari 2024 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Angkatan Laut mereka sebanyak 740 kapal perang, menggabungkan 670 kapal China, 60 kapal Rusia, dan 10 kapal Iran. Jumlah ini mendekati kekuatan angkatan laut AS yang memiliki 780 kapal perang.
Arsenal senjata mereka memiliki akses ke berbagai senjata canggih, termasuk rudal hipersonik, sistem pertahanan udara S-400, dan rudal balistik antarbenua.
Koalisi militer China, Rusia, dan Iran menghadirkan kekuatan baru di kancah geopolitik global. Salah satu aspek yang paling dikhawatirkan adalah kekuatan senjata nuklir mereka.
China memiliki sekitar 350 hulu ledak nuklir, dengan fokus pada pengembangan hulu ledak multi-guna dan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang canggih. Beijing telah mengembangkan rudal balistik antarbenua DF-41 yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat.
Negeri Panda itu juga sedang membangun silo rudal ICBM baru dan meningkatkan triad nuklirnya (darat, laut, udara).
Rusia memiliki sekitar 5.977 hulu ledak nuklir, merupakan stockpile nuklir terbesar di dunia. Negara itu memiliki berbagai jenis rudal nuklir, termasuk ICBM, rudal balistik laut (SLBM), dan rudal jelajah nuklir.
Moskow juga terus mengembangkan rudal nuklir baru, seperti Sarmat ICBM dan Avangard hypersonic glide vehicle.
Adapun Iran tidak memiliki senjata nuklir, namun program nuklirnya menjadi sumber kekhawatiran internasional. Teheran diduga sedang mengembangkan teknologi untuk memproduksi senjata nuklir. Iran juga memiliki rudal balistik jarak menengah yang mampu mencapai Israel dan Eropa.
Total kekuatan nuklir China dan Rusia digabungkan adalah sekitar 6.327 hulu ledak, berdasarkan data dari Federation of American Scientists per Januari 2023.
Jumlah ini jelas melebihi hulu ledak nuklir yang dimiliki AS saat ini. Berdasarkan data terbaru dari FAS per Februari 2024, Amerika Serikat hanya memiliki 5.428 hulu ledak.
Kombinasi kekuatan militer ketiga negara ini dapat menciptakan kekuatan super baru yang mampu menantang hegemoni AS.
Arsenal senjata mereka memiliki akses ke berbagai senjata canggih, termasuk rudal hipersonik, sistem pertahanan udara S-400, dan rudal balistik antarbenua.
Kekuatan Nuklir Terbesar Dunia
Koalisi militer China, Rusia, dan Iran menghadirkan kekuatan baru di kancah geopolitik global. Salah satu aspek yang paling dikhawatirkan adalah kekuatan senjata nuklir mereka.
China memiliki sekitar 350 hulu ledak nuklir, dengan fokus pada pengembangan hulu ledak multi-guna dan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang canggih. Beijing telah mengembangkan rudal balistik antarbenua DF-41 yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat.
Negeri Panda itu juga sedang membangun silo rudal ICBM baru dan meningkatkan triad nuklirnya (darat, laut, udara).
Rusia memiliki sekitar 5.977 hulu ledak nuklir, merupakan stockpile nuklir terbesar di dunia. Negara itu memiliki berbagai jenis rudal nuklir, termasuk ICBM, rudal balistik laut (SLBM), dan rudal jelajah nuklir.
Moskow juga terus mengembangkan rudal nuklir baru, seperti Sarmat ICBM dan Avangard hypersonic glide vehicle.
Adapun Iran tidak memiliki senjata nuklir, namun program nuklirnya menjadi sumber kekhawatiran internasional. Teheran diduga sedang mengembangkan teknologi untuk memproduksi senjata nuklir. Iran juga memiliki rudal balistik jarak menengah yang mampu mencapai Israel dan Eropa.
Total kekuatan nuklir China dan Rusia digabungkan adalah sekitar 6.327 hulu ledak, berdasarkan data dari Federation of American Scientists per Januari 2023.
Jumlah ini jelas melebihi hulu ledak nuklir yang dimiliki AS saat ini. Berdasarkan data terbaru dari FAS per Februari 2024, Amerika Serikat hanya memiliki 5.428 hulu ledak.
Kombinasi kekuatan militer ketiga negara ini dapat menciptakan kekuatan super baru yang mampu menantang hegemoni AS.
(sya)
Lihat Juga :