5 Strategi AS dalam Serangan Balas Dendam ke Irak dan Suriah, Salah Satunya Pendekatan Goldilocks

Minggu, 04 Februari 2024 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Namun, anggota Kongres dari Partai Republik dengan cepat mengecam pendekatan Biden karena terlalu lunak terhadap Iran.

Juru bicara Mike Johnson, anggota Partai Republik yang paling berkuasa di Kongres, mengatakan setelah serangan tersebut bahwa "keresahan masyarakat dan pemberian isyarat yang berlebihan melemahkan kemampuan kita untuk mengakhiri rentetan serangan yang dialami selama beberapa bulan terakhir".

Dalam postingan di X, Senator Tom Cotton dari Arkansas menyebut tanggapan Biden sebagai respons yang lemah dan mengklaim hal itu hanya semakin menguatkan para ayatollah.

“Serangan yang lebih dahsyat terhadap pasukan Iran hanya akan membuat takut para ayatollah,” tulisnya, dilansir BBC.

Senator Markwayne Mullin menyebut tindakan yang lebih agresif dari presiden Partai Republik di masa lalu, Ronald Reagan dan Donald Trump, sebagai kontras dengan rencana serangan Biden.

“Pencegahan bukanlah tindakan yang tertunda setengah-setengah,” tulisnya di X. “Pencegahan adalah memenggal kepala ular.”

Namun Ibish mencatat bahwa pemerintahan Biden mungkin berusaha menghindari jebakan politik dalam negeri yang dapat menyebabkan AS terseret ke dalam konflik yang lebih serius.

“Jika mereka benar-benar menyerang di Iran, pengusung standar Partai Republik seperti Donald Trump akan mengecam Biden karena dianggap penghasut perang,” katanya. "Ini adalah jebakan politik. Semua orang memahaminya, jadi mereka tidak akan jatuh ke dalam jebakan itu."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Brutal, Pasukan Israel...
Brutal, Pasukan Israel Bombardir Prosesi Pemakaman Warga Gaza, 7 Orang Tewas
Rekomendasi
Beasiswa LPDP 2026:...
Beasiswa LPDP 2026: Cara Memilih Perguruan Tinggi di Luar Daftar Tujuan LPDP
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
Mengenal Slavko Vincic,...
Mengenal Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Berita Terkini
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved