Mengapa India Memilih Menjauhi Rusia, tapi Berhati-hati dengan China?

Minggu, 28 Januari 2024 - 23:23 WIB
loading...
A A A
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membuat dorongan terbaru untuk lebih banyak kesepakatan pertahanan dengan India pada 27 Desember, selama konferensi pers bersama, membuka hubungan baru dengan Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar yang sedang mengunjungi Moskow.

Lavrov mengatakan dia berdiskusi dengan Jaishankar mengenai prospek kerja sama militer dan teknis, termasuk produksi senjata bersama, dan menambahkan bahwa Rusia juga siap mendukung tujuan India untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

Belum ada kemajuan dalam kesepakatan tahun 2015, yang membuka peluang baru bagi kedua negara untuk bersama-sama membuat helikopter Kamov Ka-226T di India, dengan 200 unit akan digunakan untuk pasukan pertahanan India.

Sebaliknya, pada tahun 2022, India mulai meluncurkan helikopter tempur yang dibuat oleh Hindustan Aeronautics Ltd (HIAE.NS) yang dikelola negara, membuka tab baru.

Persenjataan, mulai dari tank buatan Soviet atau Rusia hingga kapal induk dan sistem rudal permukaan-ke-udara, mencakup lebih dari 60% perangkat keras militer India.

New Delhi akan membutuhkan suku cadang Rusia untuk pemeliharaan dan perbaikan selama hampir dua dekade.

Mereka bersama-sama membuat rudal jelajah BrahMos dan berencana memproduksi senapan AK-203 di India.

Namun kendala yang ada termasuk komentar Angkatan Udara India tahun lalu bahwa Rusia tidak mampu memenuhi komitmennya dalam pengiriman platform utama yang tidak diidentifikasinya.

Dan ada penundaan lebih dari satu tahun dalam pengiriman suku cadang sistem pertahanan udara yang dibeli India pada tahun 2018 seharga $5,5 miliar ke Rusia, kata dua pejabat militer India.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Momen Pelatih Mesir...
Momen Pelatih Mesir Bentangkan Bendera Palestina Setelah Menang atas Australia di Piala Dunia
Rekomendasi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved