5 Kontroversi Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee, dari Suap Tas Mewah hingga Manipulasi Saham

Kamis, 25 Januari 2024 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Hankyoreh melaporkan bahwa Pengadilan Distrik Pusat Seoul menemukan transaksi mencurigakan dilakukan dari rekening Keon Hee dan ibunya setelah tahun 2010 - namun mereka tidak dapat memastikan apakah ibu negara terlibat langsung dalam hal ini.

Namun Presiden Yoon di masa lalu - dan selama kampanyenya - mengklaim bahwa istrinya mempercayakan pengelolaan akun kepada orang lain hanya selama beberapa bulan pada tahun 2010.

Dan rupanya, tidak lama kemudian ikatannya terputus dan dia menarik uangnya.

Yoon, seperti dilansir Hankyoreh, juga mengklaim tidak ada perdagangan saham yang terjadi antara tahun 2011 hingga 2012, yang disebut-sebut merupakan periode manipulasi harga saham.

Kantor kepresidenan diketahui memegang teguh pendirian bahwa Keon Hee sama sekali tidak boleh dikaitkan dengan manipulasi harga saham.

4. Menghindari Pajak

Menurut laporan tahun 2019, rumah Kim Keon Hee telah tiga kali disita karena 'tidak membayar pajak'.

'Nyonya Kim, yang menikah dengan calon Yoon pada tahun 2012, telah memiliki apartemen ini sejak tahun 2006.

Pihak Kandidat Yoon menyatakan, "Ini karena kami tidak dapat memeriksa pajak properti dan tagihan pajak lainnya tepat waktu saat pindah ke tempat lain dalam kompleks apartemen setelah menikah."'

5. Menyembuyikan Barang Mewah

September lalu Korea Herald melaporkan bahwa kalung hiasan yang dikenakan Keon Hee saat bepergian ke Spanyol bersama suaminya di musim panas - yang dikatakan bernilai sekitar USD45.500 - 'dihilangkan dari laporan properti'.

Namun kantor presiden menuduhnya dipinjam dari seorang kenalan.

Kim Keon Hee juga menyampaikan permintaan maaf publik di televisi pada tahun 2021 setelah mengakui melebih-lebihkan kredibilitas profesionalnya saat melamar pekerjaan di universitas lebih dari satu dekade lalu.

Namun, tampaknya ibu negara telah mencoba untuk melupakan kontroversi masa lalunya.

Berbicara kepada Korea Herald pada bulan Maret 2022, dia berkata: 'Saya yakin adalah tugas paling penting (bagi istri) untuk menciptakan lingkungan di mana (Yoon) dapat melakukan yang terbaik untuk mengatur urusan negara. Agar presiden terpilih bisa berkonsentrasi pada rakyat, saya akan membantunya secara diam-diam.'
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved