Aneh tapi Nyata, Bayi Ini Lahir dari Rahim Neneknya
Kamis, 25 Januari 2024 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar diketahui, Maira tidak bisa hamil dengan rahimnya sendiri karena mengidap penyakit yang disebut Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (Sindrom MRKH), yaitu kelainan bawaan langka yang menyebabkan keterbelakangan sistem reproduksi wanita.
Sindrom MRKH memengaruhi sekitar satu dari setiap 4.500 wanita dan ditandai dengan rahim yang kecil atau tidak ada dan vagina yang memendek. Penderita MRKH biasanya tidak bisa hamil.
Maira dan ibunya menghubungi Hospital Clínic de Barcelona—yang telah melakukan penelitian mengenai cara melahirkan bayi dari rahim yang ditransplantasikan—dengan harapan dapat melakukan hal yang sama.
"Saya berpikir: jika saya mati, saya akan mati dengan bahagia, melakukan apa yang saya inginkan atau setidaknya berusaha. Dan ibu saya mengatakan hal yang sama," katanya, seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (25/1/2024).
Transplantasi rahim adalah prosedur yang sangat rumit, memerlukan histerektomi pada donor dan penerima, diikuti dengan pemasangan rahim donor ke dalam penerima.
“Maira pernah berada di dalam rahim dan sekarang berada di dalam dirinya. Ini adalah tonggak sejarah medis dan ilmiah yang patut mendapat pujian besar, dan merupakan hasil keahlian tim profesional luar biasa yang mewujudkannya. Ini adalah perubahan paradigma mutlak dalam kedokteran," kata Francisco Carmona, kepala Layanan Ginekologi di Hospital Clínic de Barcelona, dalam sebuah pernyataan.
Setelah transplantasi pada awal tahun 2022, Maira menjalani perawatan kesuburan agar bisa hamil, setelah menumbuhkan beberapa embrio dari sel telurnya dan sperma pasangannya menggunakan in vitro fertilization (IVF).
Sindrom MRKH memengaruhi sekitar satu dari setiap 4.500 wanita dan ditandai dengan rahim yang kecil atau tidak ada dan vagina yang memendek. Penderita MRKH biasanya tidak bisa hamil.
Maira dan ibunya menghubungi Hospital Clínic de Barcelona—yang telah melakukan penelitian mengenai cara melahirkan bayi dari rahim yang ditransplantasikan—dengan harapan dapat melakukan hal yang sama.
"Saya berpikir: jika saya mati, saya akan mati dengan bahagia, melakukan apa yang saya inginkan atau setidaknya berusaha. Dan ibu saya mengatakan hal yang sama," katanya, seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (25/1/2024).
Transplantasi rahim adalah prosedur yang sangat rumit, memerlukan histerektomi pada donor dan penerima, diikuti dengan pemasangan rahim donor ke dalam penerima.
“Maira pernah berada di dalam rahim dan sekarang berada di dalam dirinya. Ini adalah tonggak sejarah medis dan ilmiah yang patut mendapat pujian besar, dan merupakan hasil keahlian tim profesional luar biasa yang mewujudkannya. Ini adalah perubahan paradigma mutlak dalam kedokteran," kata Francisco Carmona, kepala Layanan Ginekologi di Hospital Clínic de Barcelona, dalam sebuah pernyataan.
Setelah transplantasi pada awal tahun 2022, Maira menjalani perawatan kesuburan agar bisa hamil, setelah menumbuhkan beberapa embrio dari sel telurnya dan sperma pasangannya menggunakan in vitro fertilization (IVF).
Lihat Juga :