Khawatir dengan Situasi Gaza, Rusia Desak Semua Pihak Tahan Diri

Rabu, 16 Mei 2018 - 20:50 WIB
Khawatir dengan Situasi...
Khawatir dengan Situasi Gaza, Rusia Desak Semua Pihak Tahan Diri
A A A
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyatakan, pihaknya khawatir dengan perkembangan situasi di Gaza. Zakharova lalu menyatakan, Moskow mendesak semua pihak untuk menahan diri guna menghindari ketegangan lebih lanjut.

Berbicara dalam konferensi pers di Moskow, Zakharova menyatakan warga Palestina memiliki hak untuk melakukan protes atas sesutau yang mereka rasa tidak benar. Ia juga menegaskan bahwa penggunaan kekuatan secara berlebihan, dengan alasan apapun tidak dapat dibenarkan.

"Moskow sangat prihatin tentang eskalasi berbahaya ini, kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga dan kerabat warga Palestina yang tewas. Kami juga berharap mereka yang terluka untuk segera pulih," kata Zakharova, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (16/5).

"Kami juga menegaskan kembali hak Palestina untuk melakukan demonstrasi damai dan mengutuk penggunaan kekuatan militer terhadap penduduk sipil, kami sekali lagi meminta pihak-pihak yang terlibat untuk menahan diri dan melepaskan langkah-langkah yang memicu ketegangan tambahan," sambungnya.

Zakharova di kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa posisi Rusia di Yerusalem tetap tidak berubah. "Moskow tetap mendukung solusi dua negara," ungkapnya.

Setidaknya 62 demonstran Palestina yang melakukan aksi perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel untuk memprotes pemindahaan kedutaan Amerika Serikat (AS) tewas ditembaki oleh tentara Israel. Pembantaian itu telah memicu kecaman global, dengan banyak pemimpin dunia yang mengutuk Israel.

Namun, berbeda dengan banyak negara di dunia, AS justru menyalahkan Hamas atas banyaknya korban jatuh dalam demonstrasi tersebut. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley menyatakan, Hamas adalah pihak di balik aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi di perbatasan Gaza dan Israel. Menurut Haley, Hamas juga merupakan pihak yang memicu bentrokan dengan tentara Israel.

Dia kemudian memuji sikap Israel terkait bentrokan tersebut. Haley menyatakan, Israel adalah negara paling tenang dan paling bisa menahan diri yang pernah dia tahu.

"Tidak ada negara di ruangan ini akan bertindak dengan lebih menahan diri daripada Israel. Bahkan, catatan beberapa negara di sini hari ini menunjukkan bahwa mereka akan jauh lebih terkendali," ungkapnya.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
1 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
2 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
5 jam yang lalu
Infografis
AS Mengakui Perang Ukraina...
AS Mengakui Perang Ukraina Adalah Perang Proksi AS dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved