Ketika Jet Tempur Siluman F-35 AS yang Canggih Dilumpuhkan oleh Senter
Minggu, 21 Januari 2024 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah tim teknik yang terdiri dari tiga orang dari Unit Perawatan Pesawat ke-62, bagian dari Skuadron Perawatan Pesawat ke-56, melakukan pemasangan, melepas satu panel untuk memasukkan steker, dan menyalakan mesin untuk menguji kebocoran bahan bakar pada instalasi.
Tidak ada alarm atau peringatan yang teramati selama 13 menit ketika jet tersebut diizinkan terbang.
Hanya saja, ketika mereka mematikannya barulah mereka menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Mereka mendengar “suara dentang” dan menemukan kerusakan signifikan.
Salah satu insinyur kemudian mengidentifikasi kerusakan pada bilah mesin. "Dia melaporkan kerusakan mesin kepada petugas pemeliharaan dan menyatakan, 'Saya yakin saya baru saja menelan senter'," kata insinyur tersebut yang dikutip dalam laporan penyelidikan.
Tidak ada orang yang terluka akibat kesalahan para insinyur tersebut, meskipun kerugian akibat insiden benda asing di mesin pesawat itu diperkirakan mencapai hampir USD4 juta.
Angkatan Udara AS dilaporkan memilih untuk membuang seluruh mesin senilai USD14 juta karena besarnya reruntuhan.
Para penyelidik menyimpulkan bahwa kesalahan terletak pada kegagalan para insinyur untuk mengikuti protokol, yang memerlukan pemeriksaan alat sebelum menguji mesin.
Tidak ada alarm atau peringatan yang teramati selama 13 menit ketika jet tersebut diizinkan terbang.
Hanya saja, ketika mereka mematikannya barulah mereka menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Mereka mendengar “suara dentang” dan menemukan kerusakan signifikan.
Salah satu insinyur kemudian mengidentifikasi kerusakan pada bilah mesin. "Dia melaporkan kerusakan mesin kepada petugas pemeliharaan dan menyatakan, 'Saya yakin saya baru saja menelan senter'," kata insinyur tersebut yang dikutip dalam laporan penyelidikan.
Tidak ada orang yang terluka akibat kesalahan para insinyur tersebut, meskipun kerugian akibat insiden benda asing di mesin pesawat itu diperkirakan mencapai hampir USD4 juta.
Angkatan Udara AS dilaporkan memilih untuk membuang seluruh mesin senilai USD14 juta karena besarnya reruntuhan.
Para penyelidik menyimpulkan bahwa kesalahan terletak pada kegagalan para insinyur untuk mengikuti protokol, yang memerlukan pemeriksaan alat sebelum menguji mesin.
Lihat Juga :