Perang Israel Gagal Total, Komandan Zionis Terkejut dengan Fasilitas Canggih Hamas
Minggu, 21 Januari 2024 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, pasukan Israel menarik diri dari Gaza utara pada puncak kampanye militer pada bulan Desember, yang menciptakan kekosongan kekuasaan di utara, sehingga memungkinkan pejuang Hamas dan pejabat sipil untuk mencoba menegaskan kembali otoritas mereka di sana.
Bahkan, kelompok perlawanan Palestina secara konsisten meluncurkan roket ke arah pemukiman Israel di dekat Gaza, membuktikan bahwa kemampuan militer mereka sebagian besar masih utuh dan masih berfungsi penuh.
NYT mempunyai penilaian serupa, di mana pada hari Selasa pekan lalu Hamas menembakkan sekitar 25 roket ke Israel, membuat marah orang-orang Israel yang berharap bahwa setelah berbulan-bulan perang kemampuan peluncuran roket Hamas telah dihancurkan.
Kegagalan Israel lainnya adalah Israel tidak berhasil melenyapkan kepemimpinan Hamas di Gaza.
“Para pemimpin utama Hamas di Gaza—termasuk (Yahya) Sinwar, Mohammad Deif dan Marwan Issa—masih buron,” papar laporan NYT.
Terlepas dari semua fakta tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus mengeklaim bahwa tujuan Israel, apa pun tujuannya, hanya dapat dicapai melalui perang.
“Menghentikan perang sebelum tujuan tercapai akan menyebarkan pesan kelemahan,” katanya dalam pidatonya pada hari Kamis.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Sabtu sore, militer Israel mengatakan bahwa komentar para komandan militer yang dikutip dalam laporan NYT tidak mencerminkan posisi Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Bahkan, kelompok perlawanan Palestina secara konsisten meluncurkan roket ke arah pemukiman Israel di dekat Gaza, membuktikan bahwa kemampuan militer mereka sebagian besar masih utuh dan masih berfungsi penuh.
NYT mempunyai penilaian serupa, di mana pada hari Selasa pekan lalu Hamas menembakkan sekitar 25 roket ke Israel, membuat marah orang-orang Israel yang berharap bahwa setelah berbulan-bulan perang kemampuan peluncuran roket Hamas telah dihancurkan.
Kegagalan Israel lainnya adalah Israel tidak berhasil melenyapkan kepemimpinan Hamas di Gaza.
“Para pemimpin utama Hamas di Gaza—termasuk (Yahya) Sinwar, Mohammad Deif dan Marwan Issa—masih buron,” papar laporan NYT.
Terlepas dari semua fakta tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus mengeklaim bahwa tujuan Israel, apa pun tujuannya, hanya dapat dicapai melalui perang.
“Menghentikan perang sebelum tujuan tercapai akan menyebarkan pesan kelemahan,” katanya dalam pidatonya pada hari Kamis.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Sabtu sore, militer Israel mengatakan bahwa komentar para komandan militer yang dikutip dalam laporan NYT tidak mencerminkan posisi Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
(mas)
Lihat Juga :