Dokter Gaza Amputasi Kaki Keponakannya di Rumah, Tanpa Obat Bius

Sabtu, 20 Januari 2024 - 10:52 WIB
loading...
A A A
Reuters tidak dapat mengkonfirmasi secara independen apa yang menimpa rumahnya, mengapa rumahnya diserang dan kejadian apa yang mendahului serangan tersebut.

“Bisakah aku membawanya ke rumah sakit? Tentu saja tidak,” ujar Bseiso, menggambarkan daerah tersebut sebagai “dikepung”. “Tank-tank itu berada di pintu masuk rumah.”

'Terimakasih Tuhan'


A’hed Bseiso (18) adalah bagian dari generasi muda yang diamputasi akibat perang yang terjadi di Gaza sejak Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 253 orang, menurut penghitungan Israel.

Namun, sejak itu, Haaretz mengungkap helikopter dan tank tentara Israel, pada kenyataannya, telah membunuh banyak dari 1.139 tentara dan warga sipil yang diklaim Israel dibunuh Perlawanan Palestina.

Para dokter mengatakan banyak dari mereka yang tewas di Jalur Gaza sejak saat itu mungkin bisa diselamatkan jika mereka bisa mencapai rumah sakit.

Terbaring di tempat tidur beberapa pekan setelah amputasi, A’hed Bseiso mengatakan kepada Reuters bahwa dia melihat satu tank Israel di dekat rumahnya ketika dia keluar sekitar pukul 10:30 pagi untuk mendapatkan sinyal agar bisa menelepon ayahnya, yang tinggal di luar negeri.

Dia dan saudara perempuannya masuk ke dalam rumah dan menutup tirai kalau-kalau rumah itu ditembaki. Tak lama setelah itu, gedung itu diserang dan dia terluka.

Dia menyadari kakinya tidak terasa sakit ketika anggota keluarganya mencoba membantunya mengeluarkan pecahan peluru.

“Mereka menempatkan saya di meja makan. Tidak ada peralatan medis. Paman saya melihat spons yang kami gunakan untuk membersihkan piring, kawat, cairan pembersih, dan klorin (desinfektan),” papar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved