AS Bombardir Yaman Meski Biden Tak Dapat Mandat Kongres Maupun PBB

Jum'at, 12 Januari 2024 - 10:02 WIB
loading...
AS Bombardir Yaman Meski...
AS nekat membombardir Yaman dengan targetkan situs-situs Houthi meski keputusan Presiden Joe Biden ini tak dapat mandat dari Kongres AS maupun dari PBB. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Inggris nekat membombardir Yaman dari udara dan laut dengan target situs-situs kelompok Houthi pada Jumat (12/1/2024).

Presiden Amerika Joe Biden akui telah memerintahkan serangan itu meski belum ada mandat dari Kongres maupun PBB.

“Hari ini, atas arahan saya, pasukan militer AS—bersama Inggris dan dukungan dari Australia, Bahrain, Kanada, dan Belanda—berhasil melakukan serangan terhadap sejumlah sasaran di Yaman yang digunakan oleh pemberontak Houthi untuk membahayakan kebebasan navigasi di salah satu jalur perairan paling penting di dunia,” kata Biden dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, yang dilansir CNN.

Baca Juga: Perang Baru Pecah: AS, Inggris, dan Israel Bombardir Yaman

"Saya tidak akan ragu untuk mengarahkan langkah-langkah lebih lanjut untuk melindungi rakyat kita dan arus bebas perdagangan internasional jika diperlukan.”

Biden berdalih serangan ini sebagai respons atas serangan Houthi pada 9 Januari, di mana kelompok yang didukung Iran itu melancarkan serangan terbesar mereka dengan menargetkan kapal-kapal Amerika di Laut Merah.

Namun langkah Biden ini telah melangkahi Kongres. Berdasarkan Konstitusi Amerika, hanya Kongres yang dapat menyatakan perang terhadap kelompok atau negara lain.

Val Hoyle, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, mengatakan Biden tidak mendapat izin dari Kongres sebelum melancarkan serangan ke Yaman.

“Konstitusinya jelas: Kongres mempunyai kewenangan tunggal untuk mengizinkan keterlibatan militer dalam konflik luar negeri. Setiap presiden harus datang ke Kongres terlebih dahulu dan meminta izin militer, apa pun partainya,” tulisnya di X.

Ketika laporan mengenai serangan AS mulai bermunculan, anggota Kongres dari Partai Demokrat Ro Khanna juga menulis di media sosial bahwa Biden perlu datang ke Kongres sebelum melancarkan serangan terhadap Houthi.

“Itu Pasal 1 Konstitusi,” katanya.

Baca Juga: AS dan Inggris Mengamuk, Bombardir Yaman dengan Rudal Tomahawk

Senator Partai Republik Mike Lee mengatakan dia setuju dengan Khanna. “Konstitusi penting, apapun afiliasi partainya,” ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengeluarkan pernyataan pada Jumat dini hari, mengatakan bahwa Angkatan Udara Kerajaan Inggris telah melakukan serangan yang ditargetkan terhadap fasilitas militer yang digunakan oleh pemberontak Houthi di Yaman.

"Houthi mengganggu stabilitas pelayaran komersial di Laut Merah," katanya.

“Tindakan sembrono mereka mempertaruhkan nyawa di laut dan memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman,” ujarnya.

“Hal ini tidak dapat dibiarkan,” imbuh dia, seraya menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan yang terbatas, perlu dan proporsional untuk membela diri.

Baik Biden maupun Sunak bertindak tanpa mandat PBB, dan kedua pemimpin itu belum berkomentar soal aturan semacam itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Berita Terkini
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved