Rusia Ledek Klaim AS Soal Moskow Gunakan Rudal Korut untuk Serang Ukraina
Jum'at, 12 Januari 2024 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
“Ternyata Amerika Serikat sengaja meniru informasi palsu tanpa memberikan informasi langsung kepada pihak-pihak yang terlibat,” kata Nebenzya dalam pengarahan DK PBB, seperti dikutip dari RT, Jumat (12/1/2024).
Korut berada di bawah sanksi PBB, yang mencakup embargo senjata, karena mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Moskow dan Pyongyang telah menyatakan bahwa meskipun keduanya memiliki hubungan baik, kerja sama mereka tidak melanggar batasan tersebut, bertentangan dengan klaim Barat.
Duta Tetap Korea Selatan untuk PBB Hwang Joon-kook menuduh Rusia menguji senjata Korea Utara sebagai bagian dari aksi militernya terhadap Ukraina, dan memberikan wawasan teknis dan militer yang berharga kepada negara produsennya.
Dia mengutip para ahli yang tidak disebutkan namanya yang mengidentifikasi senjata tersebut sebagai KN-23, yang diklaim Korut memiliki kemampuan nuklir.
Ignat mengatakan bahwa mengidentifikasi rudal balistik sebagai milik Korut secara positif akan menjadi tantangan karena kemiripannya dengan rudal balistik Rusia, dan dampaknya yang memiliki fragmentasi yang signifikan.
Korut berada di bawah sanksi PBB, yang mencakup embargo senjata, karena mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).
Moskow dan Pyongyang telah menyatakan bahwa meskipun keduanya memiliki hubungan baik, kerja sama mereka tidak melanggar batasan tersebut, bertentangan dengan klaim Barat.
Duta Tetap Korea Selatan untuk PBB Hwang Joon-kook menuduh Rusia menguji senjata Korea Utara sebagai bagian dari aksi militernya terhadap Ukraina, dan memberikan wawasan teknis dan militer yang berharga kepada negara produsennya.
Dia mengutip para ahli yang tidak disebutkan namanya yang mengidentifikasi senjata tersebut sebagai KN-23, yang diklaim Korut memiliki kemampuan nuklir.
Ignat mengatakan bahwa mengidentifikasi rudal balistik sebagai milik Korut secara positif akan menjadi tantangan karena kemiripannya dengan rudal balistik Rusia, dan dampaknya yang memiliki fragmentasi yang signifikan.
Lihat Juga :