Mengenal Kerjasama Selatan-Selatan, Tujuan dan Asal-usul

Kamis, 11 Januari 2024 - 13:00 WIB
loading...
Mengenal Kerjasama Selatan-Selatan,...
Kerjasama Selatan-Selatan disinggung dalam debat calon presiden Indonesia 2024 beberapa hari lalu. Foto/Current Affairs
A A A
JAKARTA - Kerjasama Selatan-Selatan (KSS) yang sempat disinggung dalam debat calon presiden (capres) Indonesia 2024 beberapa hari lalu.

KSS menyimpan potensi besar bagi Indonesia untuk berkolaborasi dengan negara lain terkait bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan hidup, dan teknis.

Pengertian Kerjasama Selatan-Selatan

Dilansir dari laman United Cities and Local Government Asia Pacific, Kerjasama Selatan-Selatan merupakan kerangka kerja yang luas untuk kolaborasi antar-negara berkembang, khususnya di wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Kerjasama Selatan-Selatan dapat terjadi secara bilateral, regional, sub-regional atau pun inter-regional.

Negara-negara berkembang akan berbagi pengetahuan, keterampilan, keahlian dan sumber daya untuk mencapai tujuan pembangunan mereka melalui upaya bersama.

Perkembangan terkini dalam Kerjasama Selatan-Selatan berupa peningkatan volume perdagangan, arus investasi asing langsung, gerakan menuju integrasi regional, transfer teknologi, pertukaran solusi dan pakar, serta bentuk pertukaran lainnya.

Asal Usul Kerjasama Selatan-Selatan

Menurut United Nation, sejarah Kerjasama Selatan-Selatan dimulai pada 1949 dengan pembentukan program bantuan teknis PBB yang pertama oleh Dewan Ekonomi dan Sosial dan pembentukan Program Pembangunan PBB (UNDP) pada 1965.

Pada 1974, Majelis Umum PBB mendukung "pembentukan unit khusus dalam UNDP untuk meningkatkan kerja sama teknis di antara negara-negara berkembang."

Hingga tahun 1978 diadakanlah konferensi negara-negara selatan mengenai TCDC di Buenos Aires, Argentina, untuk mempromosikan dan melaksanakan kerja sama teknis antarnegara berkembang.

Tujuan Kerjasama Selatan-Selatan

Kerjasama Selatan-Selatan memiliki beberapa manfaat dan tujuan, yakni:

1. Promosi dan penguatan integrasi ekonomi antar negara berkembang pada basis geografis seluas mungkin.
2. Menumbuhkan kemandirian ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Peningkatan pengetahuan dan keyakinan terhadap kapasitas yang tersedia di negara-negara berkembang.
4. Koordinasi kebijakan mengenai isu-isu pembangunan yang relevan dengan sejumlah negara berkembang.
5. Penggunaan pengalaman dan kapasitas yang sudah ada serta pengembangan kapasitas baru di negara berkembang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved