2 Jet Tempur AS Unjuk Kekuatan di Bosnia setelah Wilayah Pro-Rusia Ingin Memisahkan Diri

Selasa, 09 Januari 2024 - 08:14 WIB
loading...
A A A
Konflik etnis pada tahun 1990-an pecah karena orang-orang Serbia di Bosnia ingin mendirikan negara mereka sendiri dan bergabung dengan negara tetangganya, Serbia.

Lebih dari 100.000 orang terbunuh sebelum perang berakhir dalam perjanjian perdamaian yang ditengahi AS yang menciptakan entitas Serbia dan Bosnia-Kroasia yang disatukan oleh lembaga-lembaga bersama.

Dodik, yang merupakan presiden entitas Serbia bernama Republika Srpska, telah menentang sanksi AS dan Inggris atas kebijakannya.
Didukung oleh Rusia, dia berulang kali mengancam akan memisahkan separuh wilayah Bosnia yang dikuasai Serbia.

Pemerintahan Dodik pada hari Senin mulai memperingati hari libur nasional kontroversial yang oleh pengadilan tinggi Bosnia dinyatakan melanggar hukum.

Pada 9 Januari 1992, Serbia-Bosnia memproklamirkan pembentukan negara merdeka di Bosnia, yang menyebabkan pertumpahan darah.

Media Bosnia melaporkan bahwa suara gemuruh jet yang terbang di atas terdengar di kota barat laut Banja Luka—kota utama di entitas Serbia—selama pertemuan seremonial di sana.

Dalam pidatonya, Dodik menegaskan kembali bahwa tujuan rakyat Serbia adalah mewujudkan negara Serbia di wilayah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
345 Karateka Ambil Bagian...
345 Karateka Ambil Bagian di Kejuaraan Porkot Jakarta Pusat 2026, Ajang Seleksi Bibit Atlet Porprov
Berita Terkini
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved