Pakar Sebut Rencana Israel Pasca-perang Gaza Hanyalah Sebuah Fantasi Kolonial
Jum'at, 05 Januari 2024 - 08:47 WIB
loading...
Tentara Israel memiliki rencana pasca-perang Gaza. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Israel sudah mengeluarkan fase baru pasca-perang Gaza yang dinilai mencerminkan kebiadaban Israel sebagai kekuatan pendudukan.
“Pada akhir perang ini, perang paling biadab yang dilakukan di abad ke-21 terhadap penduduk sipil, pendudukan yang tidak ada habisnya, pengepungan yang tidak ada habisnya, dan ini merupakan pelanggaran total terhadap hak warga Palestina untuk menentukan nasib sendiri,” ungkap Bashir Abu -Manneh, seorang profesor sastra pasca-kolonial di Universitas Kent, kepada Al Jazeera ketika ditanya tentang usulan rencana “sehari setelah” menteri pertahanan Israel di Gaza.
“Jadi Anda harus bertanya-tanya seberapa realistis hal ini, dan apakah ini hanyalah fantasi kolonial Israel, atau cara Amerika mengulangi formula lama Oslo yang telah gagal selama 25 tahun terakhir.
“Israel tidak ingin PA (Otoritas Palestina) kembali ke Gaza. Mereka juga tidak menginginkan Hamas, jadi yang mereka cari adalah alternatif lain.”
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengungkapkan kerangka awal dan pendahuluan untuk pertama kalinya dengan beberapa gagasan mengenai apa yang diharapkan Israel lakukan ketika perang berakhir.
“Pada akhir perang ini, perang paling biadab yang dilakukan di abad ke-21 terhadap penduduk sipil, pendudukan yang tidak ada habisnya, pengepungan yang tidak ada habisnya, dan ini merupakan pelanggaran total terhadap hak warga Palestina untuk menentukan nasib sendiri,” ungkap Bashir Abu -Manneh, seorang profesor sastra pasca-kolonial di Universitas Kent, kepada Al Jazeera ketika ditanya tentang usulan rencana “sehari setelah” menteri pertahanan Israel di Gaza.
“Jadi Anda harus bertanya-tanya seberapa realistis hal ini, dan apakah ini hanyalah fantasi kolonial Israel, atau cara Amerika mengulangi formula lama Oslo yang telah gagal selama 25 tahun terakhir.
“Israel tidak ingin PA (Otoritas Palestina) kembali ke Gaza. Mereka juga tidak menginginkan Hamas, jadi yang mereka cari adalah alternatif lain.”
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengungkapkan kerangka awal dan pendahuluan untuk pertama kalinya dengan beberapa gagasan mengenai apa yang diharapkan Israel lakukan ketika perang berakhir.
Lihat Juga :