Bos Mossad Ancam Bunuh Seluruh Anggota Hamas yang Terlibat Serangan 7 Oktober
Kamis, 04 Januari 2024 - 17:08 WIB
loading...
A
A
A
Namun demikian, seorang juru bicara militer Israel mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa angkatan bersenjata negara Yahudi itu berada dalam siaga tinggi dan siap menghadapi skenario apa pun.
“Biarlah setiap ibu Arab tahu bahwa jika putranya ikut serta dalam pembantaian 7 Oktober, dia akan membayar dengan nyawanya atas perbuatannya,” kata Barnea di sela-sela pemakaman mantan kepala Mossad Zvi Zamir, seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis (4/1/2024).
“Kita berada di tengah perang, dan Mossad saat ini, seperti 50 tahun yang lalu, berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban para pembunuh yang menyerbu pada 7 Oktober, termasuk perencana dan penghasut serangan tersebut.”
Hamas, gerakan perlawanan Palestina, meluncurkan Operasi Badai al-Aqsa pada 7 Oktober terhadap pangkalan militer dan pemukiman Israel selatan di dekat Gaza.
Serangan itu, menurut pemerintah Zionis, telah menewaskan sekitar 1.139 tentara dan warga sipil Israel.
Namun, investigasi media Israel mengungkap bahwa banyak kematian itu justru akibat insiden “friendly-fire" oleh tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sebuah fakta yang cenderung diabaikan oleh sebagian besar komentator dan pejabat Israel.
“Biarlah setiap ibu Arab tahu bahwa jika putranya ikut serta dalam pembantaian 7 Oktober, dia akan membayar dengan nyawanya atas perbuatannya,” kata Barnea di sela-sela pemakaman mantan kepala Mossad Zvi Zamir, seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis (4/1/2024).
“Kita berada di tengah perang, dan Mossad saat ini, seperti 50 tahun yang lalu, berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban para pembunuh yang menyerbu pada 7 Oktober, termasuk perencana dan penghasut serangan tersebut.”
Hamas, gerakan perlawanan Palestina, meluncurkan Operasi Badai al-Aqsa pada 7 Oktober terhadap pangkalan militer dan pemukiman Israel selatan di dekat Gaza.
Serangan itu, menurut pemerintah Zionis, telah menewaskan sekitar 1.139 tentara dan warga sipil Israel.
Namun, investigasi media Israel mengungkap bahwa banyak kematian itu justru akibat insiden “friendly-fire" oleh tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sebuah fakta yang cenderung diabaikan oleh sebagian besar komentator dan pejabat Israel.
Lihat Juga :