1.600 Tentara Israel Menderita Stres akibat Perang Melawan Hamas di Gaza
Rabu, 03 Januari 2024 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
"Jika gejala tersebut berlanjut selama lebih dari empat minggu, kondisi prajurit tersebut dapat memburuk menjadi gangguan stres pasca-trauma yang parah," sambung laporan Walla.
"Sekitar 250 tentara diberhentikan dari dinas karena gejala reaksi stres tempur yang terus-menerus.”
Selain kondisi buruk yang diderita ribuan tentara Israel, permintaan akan layanan kesehatan mental telah meningkat karena perang Gaza dansistem tersebut menghadapi kehancuran, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Haaretz.
Menurut Haaretz, situasi ini menjadi lebih buruk lagi karena puluhan psikiater yang bekerja di sistem kesehatan mental masyarakat Israelbaru-baru ini berangkat ke Inggris.
"Sistem ini kekurangan sekitar 400 psikiater," kata Dr ShmuelHirschmann, Ketua Forum Direktur Pusat Kesehatan Mental.
Forum tersebut, menurut laporan Haaretz, telah menulis surat kepadapengawas keuangan negara Israel pada Kamis pekan lalu untuk mengatasimasalah ini.
“Kami menemui Anda dalam keputusasaan mengenai situasi sulit sistemkesehatan mental di Israel,” bunyi surat tersebut.
"Sekitar 250 tentara diberhentikan dari dinas karena gejala reaksi stres tempur yang terus-menerus.”
Selain kondisi buruk yang diderita ribuan tentara Israel, permintaan akan layanan kesehatan mental telah meningkat karena perang Gaza dansistem tersebut menghadapi kehancuran, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Haaretz.
Menurut Haaretz, situasi ini menjadi lebih buruk lagi karena puluhan psikiater yang bekerja di sistem kesehatan mental masyarakat Israelbaru-baru ini berangkat ke Inggris.
"Sistem ini kekurangan sekitar 400 psikiater," kata Dr ShmuelHirschmann, Ketua Forum Direktur Pusat Kesehatan Mental.
Forum tersebut, menurut laporan Haaretz, telah menulis surat kepadapengawas keuangan negara Israel pada Kamis pekan lalu untuk mengatasimasalah ini.
“Kami menemui Anda dalam keputusasaan mengenai situasi sulit sistemkesehatan mental di Israel,” bunyi surat tersebut.
Lihat Juga :