Mengapa Argentina Batal Gabung BRICS? Apakah Dipengaruhi Negara-negara Barat?

Rabu, 03 Januari 2024 - 13:30 WIB
loading...
Mengapa Argentina Batal...
Presiden Argentina Javier Milei. Foto/REUTERS
A A A
BUENOS AIRES - Argentina pada 29 Desember 2023 secara mengejutkan mengumumkan mereka batal bergabung dengan BRICS, blok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Keputusan ini sangat mengagetkan banyak pihak, mengingat Argentina telah memulai proses keanggotaan BRICS pada tahun 2022.

Penyebab Pembatalan


Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab pembatalan tersebut.

1. Faktor Ekonomi


Faktor pertama adalah faktor ekonomi. Argentina saat ini sedang mengalami krisis ekonomi yang parah. Inflasi mencapai 60%, dan utang luar negeri mencapai USD100 miliar.

Keanggotaan BRICS akan mengharuskan Argentina memenuhi sejumlah persyaratan ekonomi, yang dinilai akan semakin membebani perekonomian Argentina yang sedang terpuruk.

2. Faktor Politik


Faktor kedua adalah faktor politik. Presiden Argentina yang baru terpilih, Javier Milei, dikenal sebagai seorang populis sayap kanan yang anti-globalisasi.

Milei telah berulang kali menyatakan dia tidak tertarik dengan BRICS, yang dia anggap sebagai "blok ekonomi neokolonial".

Dalam suratnya kepada negara-negara anggota BRICS, Milei mengatakan Argentina saat ini tidak siap bergabung dengan blok tersebut.

Dia mengatakan Argentina perlu fokus pada pemulihan ekonominya terlebih dahulu.

"Pemerintah menilai tidak pantas jika Republik Argentina dimasukkan sepenuhnya sebagai anggota BRICS mulai Januari 2024," ujar Milei dalam suratnya.

Dia juga menegaskan, "Saat ini bukan waktu yang tepat bagi Argentina untuk bergabung dengan blok ekonomi baru tersebut."

Keputusan Argentina untuk batal bergabung dengan BRICS tentu akan berdampak pada blok tersebut.

Argentina adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua di Amerika Latin, dan keanggotaannya akan memberikan BRICS akses ke pasar yang lebih luas.

Namun, keputusan Argentina juga menunjukkan BRICS bukan lagi blok ekonomi yang eksklusif. Blok ini telah menjadi semakin terbuka untuk negara-negara dari berbagai ideologi dan latar belakang.

Dipengaruhi Negara-negara Barat?


Meskipun hal ini sulit dibuktikan secara pasti, tetapi ada kemungkinan langkah Argentina dipengaruhi negara-negara Barat.

Argentina telah menjalin hubungan yang erat dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa selama bertahun-tahun.

Negara ini juga menerima bantuan ekonomi yang signifikan dari negara-negara Barat.

Keputusan Argentina untuk batal bergabung dengan BRICS dapat dilihat sebagai upaya menyenangkan negara-negara Barat.

Hal ini dapat dilakukan untuk menghindari sanksi atau tekanan ekonomi dari negara-negara Barat.

Namun, perlu dicatat bahwa faktor ekonomi dan politik juga memainkan peran penting dalam keputusan Argentina.

Argentina saat ini sedang mengalami krisis ekonomi yang parah, dan keanggotaan BRICS akan mengharuskan negara ini untuk memenuhi sejumlah persyaratan ekonomi yang dinilai akan membebani perekonomian Argentina yang sedang terpuruk.

Selain itu, Presiden Argentina yang baru terpilih, Javier Milei, dikenal sebagai seorang populis sayap kanan yang anti-globalisasi.

Milei telah berulang kali menyatakan bahwa dia tidak tertarik dengan BRICS, yang dia anggap sebagai "blok ekonomi neokolonial".

Oleh karena itu, sulit untuk mengatakan secara pasti apakah langkah Argentina dipengaruhi oleh negara-negara Barat.

Faktor ekonomi, politik, dan ideologi semuanya kemungkinan besar memainkan peran dalam keputusan Argentina.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
Alasan RI Gabung BRICS,...
Alasan RI Gabung BRICS, Prabowo: Kita Mau Berada di Mana-mana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved