Israel Tegaskan Perang di Gaza Tidak akan Berakhir pada 2024
Selasa, 02 Januari 2024 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Aksi pengeboman Israel mengakibatkan lebih dari 21.800 warga Palestina tewas sejak serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober, menurut kementerian kesehatan Gaza.
Sebanyak 56.000 orang Palestina lainnya terluka parah, dan 85% dari sekitar 2,3 juta penduduk daerah kantong tersebut terpaksa mengungsi.
Amerika Serikat (AS) secara konsisten mendukung Israel sepanjang tahap konflik saat ini, termasuk dengan memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata.
Namun, bahkan Washington telah berselisih dengan sekutunya di Timur Tengah mengenai masa depan Gaza.
Netanyahu mengatakan wilayah tersebut akan tetap berada di bawah kendali Israel setelah perang, sementara AS menyerukan agar wilayah tersebut dijalankan Otoritas Palestina sebagai langkah menuju solusi dua negara.
Otoritas Palestina memerintah Tepi Barat dan sebelumnya mengawasi Gaza sebelum Hamas mengambil alih kekuasaan setelah memenangkan pemilu pada tahun 2007.
Pemerintah Israel dengan keras menentang pembentukan negara Palestina, sampai-sampai Netanyahu secara terbuka menyombongkan perannya dalam mencegah pembentukan negara Palestina dalam beberapa putaran perundingan damai selama bertahun-tahun.
Sebanyak 56.000 orang Palestina lainnya terluka parah, dan 85% dari sekitar 2,3 juta penduduk daerah kantong tersebut terpaksa mengungsi.
Amerika Serikat (AS) secara konsisten mendukung Israel sepanjang tahap konflik saat ini, termasuk dengan memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata.
Namun, bahkan Washington telah berselisih dengan sekutunya di Timur Tengah mengenai masa depan Gaza.
Netanyahu mengatakan wilayah tersebut akan tetap berada di bawah kendali Israel setelah perang, sementara AS menyerukan agar wilayah tersebut dijalankan Otoritas Palestina sebagai langkah menuju solusi dua negara.
Otoritas Palestina memerintah Tepi Barat dan sebelumnya mengawasi Gaza sebelum Hamas mengambil alih kekuasaan setelah memenangkan pemilu pada tahun 2007.
Pemerintah Israel dengan keras menentang pembentukan negara Palestina, sampai-sampai Netanyahu secara terbuka menyombongkan perannya dalam mencegah pembentukan negara Palestina dalam beberapa putaran perundingan damai selama bertahun-tahun.
Lihat Juga :