Trump Desak Lebanon Lakukan Penyelidikan Transparan atas Ledakan Beirut

loading...
Trump Desak Lebanon Lakukan Penyelidikan Transparan atas Ledakan Beirut
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyerukan Lebanon untuk melakukan penyelidikan penuh dan transparan terhadap ledakan besar yang melanda Beirut pekan lalu. Foto/REUTERS
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyerukan Lebanon untuk melakukan penyelidikan penuh dan transparan terhadap ledakan besar yang melanda Beirut pekan lalu. Dia juga menyatakan dukungannya untuk demonstrasi yang menuntut reformasi di negara itu.

Gedung Putih mengatakan, Trump dalam konferensi virtual tentang tanggapan internasional atas ledakan Beirut mendesak pemerintah Lebanon untuk melakukan penyelidikan penuh dan transparan, di mana AS siap membantu.

"Trump menyerukan ketenangan di Lebanon dan mengakui seruan sah pengunjuk rasa damai untuk transparansi, reformasi dan akuntabilitas," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (10/8/2020).

Tentara Lebanon sebelumnya mengatakan bahwa harapan telah menyusut untuk menemukan korban selamat di lokasi ledakan, setelah beberapa hari operasi pencarian dan penyelamatan. (Baca juga: Beban Berat Trump pada Pemilu 2020)

Ledakan yang melanda pelabuhan Beirut menghancurkan sebagian besar Ibu Kota Lebanon, merenggut lebih dari 150 nyawa dan melukai sekitar 6.000 orang.



Sebagian besar pejabat Lebanon mengatakan, ledakan itu dipicu oleh kebakaran di gudang pelabuhan, tempat penyimpanan amonium nitrat, bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pupuk atau sebagai bahan peledak, telah mendekam selama bertahun-tahun. (Baca juga: Turki Siap Bantu Bangun Pelabuhan Beirut yang Hancur karena Ledakan)

Para pemimpin dunia, organisasi internasional dan publik Lebanon yang marah telah mendesak penyelidikan internasional. Tetapi, Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan bahwa seruan untuk penyelidikan semacam itu adalah buang-buang waktu.
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top