Sejarah Inggris Jadikan Rohingya sebagai Tentara Bayaran

Rabu, 20 Desember 2023 - 11:59 WIB
loading...
A A A
Pada saat Perang Dunia II, Jepang menginvasi Myanmar. Dalam perang tersebut, etnis Rohingya mendukung Jepang. Hal ini semakin memperburuk hubungan antara etnis Rohingya dan penduduk Myanmar yang beragama Buddha.

Setelah Perang Dunia II berakhir, Inggris kembali menguasai Myanmar. Namun, mereka tidak pernah memenuhi janjinya untuk memberikan wilayah nasional bagi etnis Rohingya. Hal ini menyebabkan diskriminasi dan kekerasan terhadap etnis Rohingya terus meningkat.

Pada tahun 1982, pemerintah Myanmar mengeluarkan undang-undang kewarganegaraan yang tidak mengakui etnis Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Hal ini menyebabkan etnis Rohingya menjadi stateless, atau tidak memiliki kewarganegaraan.

Pada tahun 2017, pemerintah Myanmar melakukan operasi militer besar-besaran terhadap etnis Rohingya. Operasi militer ini menyebabkan ribuan orang Rohingya tewas dan ratusan ribu orang lainnya mengungsi ke Bangladesh.

Sejarah Inggris menjadikan etnis Rohingya sebagai tentara telah menjadi salah satu akar dari konflik etnis di Myanmar. Hal ini menunjukkan bahwa politik kolonialisme dapat menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan bagi suatu bangsa.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
Laporan: Sebut Ancaman...
Laporan: Sebut Ancaman Kedaulatan, AS Ambil Langkah Lumpuhkan Mahkamah Pidana Internasional
Menhan Israel Puas Gaza...
Menhan Israel Puas Gaza Hancur: Senang, Bukan?
Rekomendasi
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
Benarkah Song Joong...
Benarkah Song Joong Ki dan Katy Louise Saunders Cerai? Ini Faktanya
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
Berita Terkini
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved