4 Lagi Tentara Pasukan Khusus Israel Dibantai dalam Perang Gaza, Total Jadi 126 Tewas
Senin, 18 Desember 2023 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Liav Aloush (21), dan Etan Naeh (26), merupakan tentara dari Komando Pasukan Khusus Duvdevan.
Sedangkan Tal Filiba (23), adalah tentara pasukan khusus dari Unit Yahalom.
Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan terus bertempur sampai akhir dalam perang melawan Hamas.
"Israel akan mencapai semua tujuan kami,” ujarnya, merujuk pada pembebasan semua sandera yang ditawan di Gaza sejak 7 Oktober.
Israel terus melanjutkan serangannya di Gaza pada hari Minggu setelah serangkaian penembakan, termasuk terhadap tiga sandera asal Israel yang bertelanjang dada dan mengibarkan bendera putih.
Kematian tragis ketiga sandera itu menimbulkan pertanyaan tentang tindakan pasukan Israel dalam perang 10 minggu yang telah menyebabkan kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza.
Gaza masih mengalami pemadaman komunikasi selama empat hari berturut-turut—yang merupakan pemadaman terlama selama perang berlangsung, yang menurut kelompok bantuan mempersulit upaya penyelamatan setelah pengeboman dan membuat mereka semakin sulit untuk memantau jumlah korban sipil dalam perang.
Sedangkan Tal Filiba (23), adalah tentara pasukan khusus dari Unit Yahalom.
Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan terus bertempur sampai akhir dalam perang melawan Hamas.
"Israel akan mencapai semua tujuan kami,” ujarnya, merujuk pada pembebasan semua sandera yang ditawan di Gaza sejak 7 Oktober.
Israel terus melanjutkan serangannya di Gaza pada hari Minggu setelah serangkaian penembakan, termasuk terhadap tiga sandera asal Israel yang bertelanjang dada dan mengibarkan bendera putih.
Kematian tragis ketiga sandera itu menimbulkan pertanyaan tentang tindakan pasukan Israel dalam perang 10 minggu yang telah menyebabkan kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza.
Gaza masih mengalami pemadaman komunikasi selama empat hari berturut-turut—yang merupakan pemadaman terlama selama perang berlangsung, yang menurut kelompok bantuan mempersulit upaya penyelamatan setelah pengeboman dan membuat mereka semakin sulit untuk memantau jumlah korban sipil dalam perang.
Lihat Juga :