Memo Nunes Dirilis, 'Aib' FBI terhadap Rusia Terbongkar

Sabtu, 03 Februari 2018 - 09:44 WIB
Memo Nunes Dirilis,...
Memo Nunes Dirilis, 'Aib' FBI terhadap Rusia Terbongkar
A A A
WASHINGTON - Komite Intelijen Parlemen Amerika Serikat (AS) merilis memo yang membongkar penyalahgunaan pengawasan FBI dalam menyelidiki Rusia atas dugaan ikut campur pemilihan presiden 2016. Memo yang disiapkan politisi Devin Nunes itu dirilis dengan persetujuan Presiden Donald Trump.

Memo dirilis pada hari Jumat terjadi di tengah seruan penegakan hukum nasional. Dokumen yang kemudian dikenal sebagai “Memo Nunes” itu berpotensi membuat Biro Investigasi Federal (FBI) AS malu.

”Sudah jelas bahwa pejabat tinggi menggunakan informasi yang tidak terverifikasi dalam dokumen pengadilan untuk mengajukan penyelidikan kontra intelijen selama kampanye politik Amerika,” kata Nunes dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/2/2018).

Dokumen tersebut menyatakan, FBI dan Departemen Kehakiman memperoleh surat perintah untuk memantau Carter Page, mantan penasihat kebijakan luar negeri untuk Trump selama kampanye pemilihan presiden 2016. Perintah itu berdasarkan informasi dari berkas yang disengketakan mengenai Trump yang disusun oleh seorang mantan mata-mata Inggris.

”Saya pikir ini memalukan atas apa yang terjadi di negara kita. Banyak orang harus malu terhadap diri mereka sendiri dan jauh lebih buruk dari itu,” kata presiden Trump kepada wartawan di Oval Office pada hari Jumat.

Demokrat Sebut Menyesatkan

Rilis memo tersebut muncul saat presiden dan anggota Partai Republik mengintensifkan konflik dengan FBI.

Kubu Partai Demokrat menyebut memo tersebut menyesatkan dan tidak akurat.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Adam Schiff, yang juga duduk di Komite Intelijen Parlemen AS mengkritik memo itu melalui Twitter.

”Tidak, Presiden lebih buruk dari itu. Pemimpin terpilih tertinggi di negara ini telah sepakat untuk secara selektif dan salah melepaskan informasi rahasia untuk menyerang FBI, itulah yang akan terjadi. Tak terpikirkan beberapa waktu yang lalu,” tulis dia.

Perseteruan antara FBI dan Gedung Putih, peristiwa yang tidak biasa dalam politik AS, dimulai pada musim panas yang lalu.

Trump memecat Direktur FBI James Comey pada bulan Mei. Presiden Trump mengutip keprihatinan atas penanganan FBI dalam penyelidikan terhadap server email Hillary Clinton, lawan Trump dalam pemilihan presiden 2016.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Donald Trump: Ukraina...
Donald Trump: Ukraina Sedang Dilenyapkan
Berita Terkini
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
50 menit yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
3 jam yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
7 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
8 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
8 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
10 jam yang lalu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved