Afghanistan: Taliban Sudah Melewati Batas, Tak Ada Lagi Negosiasi Damai
Rabu, 31 Januari 2018 - 17:23 WIB
Afghanistan: Taliban Sudah Melewati Batas, Tak Ada Lagi Negosiasi Damai
A
A
A
KABUL - Pemerintah Afghanistan menyatakan Taliban sudah melewati batas dengan terus menerus melakukan serangan yang menewaskan banyak warga sipil dan juga tidak mendengarkan seruan damai dari Kabul.
Wakil juru bicara pemerintah Afghanistan, Shah Hussain Murtazawi menyatakan, saat ini pihaknya akan fokus pada upaya memberantas Taliban demi terciptanya perdamaian di seluruh Afghanistan.
"Pemerintah bertekad untuk mengalahkan mereka di medan perang dan membawa perdamaian ke Afghanistan," kata Murtazawi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (31/1).
Sementara itu, sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan pihaknya tidak akan duduk di satu meja dan melakukan negosiasi damai dengan kelompok Taliban di Afghanistan.
Trump menuturkan, salah satu alasan dia enggan menggelar pembicaraan dengan Taliban adalah karena kelompok tersebut masih terus melanjutkan aksi teror mereka, yang menewaskan banyak warga sipil.
"Ketika kita melihat apa yang mereka lakukan dan kekejaman yang mereka lakukan, dan membunuh orang mereka sendiri, dan orang-orang itu adalah wanita dan anak-anak, banyak wanita dan anak-anak yang sama sekali tidak bersalah, ini mengerikan," ucap Trump.
"Jadi tidak ada yang berbicara dengan Taliban. Kami tidak ingin berbicara dengan Taliban. Kami akan menyelesaikan apa yang harus kita selesaikan. Apa yang yang orang lain tidak bisa selesaikan, kami akan menyelesaikannya," imbuhnya.
Wakil juru bicara pemerintah Afghanistan, Shah Hussain Murtazawi menyatakan, saat ini pihaknya akan fokus pada upaya memberantas Taliban demi terciptanya perdamaian di seluruh Afghanistan.
"Pemerintah bertekad untuk mengalahkan mereka di medan perang dan membawa perdamaian ke Afghanistan," kata Murtazawi dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (31/1).
Sementara itu, sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan pihaknya tidak akan duduk di satu meja dan melakukan negosiasi damai dengan kelompok Taliban di Afghanistan.
Trump menuturkan, salah satu alasan dia enggan menggelar pembicaraan dengan Taliban adalah karena kelompok tersebut masih terus melanjutkan aksi teror mereka, yang menewaskan banyak warga sipil.
"Ketika kita melihat apa yang mereka lakukan dan kekejaman yang mereka lakukan, dan membunuh orang mereka sendiri, dan orang-orang itu adalah wanita dan anak-anak, banyak wanita dan anak-anak yang sama sekali tidak bersalah, ini mengerikan," ucap Trump.
"Jadi tidak ada yang berbicara dengan Taliban. Kami tidak ingin berbicara dengan Taliban. Kami akan menyelesaikan apa yang harus kita selesaikan. Apa yang yang orang lain tidak bisa selesaikan, kami akan menyelesaikannya," imbuhnya.
(esn)