Pompeo: Jika China Kirim Senjata ke Iran, Timur Tengah akan Terguncang

Minggu, 09 Agustus 2020 - 14:21 WIB
loading...
Pompeo: Jika China Kirim...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, jika China mempersenjatai dan membiayai Iran, itu akan mengguncang Timur Tengah. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) , Mike Pompeo memperingatkan kemungkinan China mengirim senjata ke Iran . Pompeo mengatakan, jika China mempersenjatai dan membiayai Iran, itu akan mengguncang Timur Tengah.

"Masuknya China ke Iran akan mengguncang Timur Tengah," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (9/8/2020). ( Baca juga: Gagal Gulingkan Maduro, 2 Mantan Tentara AS Divonis 20 Tahun Penjara )

"Iran tetap menjadi negara sponsor teror terbesar di dunia dan untuk memiliki akses ke sistem persenjataan dan perdagangan serta uang yang mengalir dari Partai Komunis China hanya menambah risiko untuk wilayah itu," sambungnya.

Tengah pekan ini, Pompeo mengatakan, AS akan memperkenalkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran. Embargo senjata terhadap Iran akan berakhir bulan Oktober mendatang.

Pompeo mengatakan, tindakan itu sangat masuk akal dan bersumpah dengan satu atau lain cara, AS akan melakukan hal yang benar, yakni mencegah Iran untuk mendapatkan senjata. ( Baca juga: SpaceX dan ULA Terpilih Terbangkan Satelit AS )

Dia mengatakan, akan ada negara-negara yang berbaris untuk menjual senjata Iran yang akan mengguncang Timur Tengah dan menempatkan Israel, Eropa dalam risiko, serta mempertaruhkan nyawa warga AS.

"Misi DK PBB adalah untuk memastikan perdamaian dan keamanan internasional. DK PBB akan melecehkan misi itu jika mengizinkan sejumlah negara sponsor terorisme untuk membeli dan menjual senjata secara bebas," ujarnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved