Jangan Percaya Israel, Hamas Jauh dari Runtuh dan Personel Tewas Sangat Kecil
Rabu, 13 Desember 2023 - 09:57 WIB
loading...
A
A
A
“Israel mempunyai kemewahan untuk memobilisasi dukungan Amerika Serikat dan sumber dayanya sendiri serta menggunakan waktu sebagai pengganda kekuatan,” kata Aslan kepada MEE, Rabu (13/12/2023).
“Israel secara efektif menggunakan aset pendukung udara, drone, serta tembakan dan Hamas tidak memiliki pertahanan udara untuk mencegatnya," ujarnya.
“Dalam pertempuran senjata skala kecil, tentu saja Hamas dapat menimbulkan korban jiwa—terutama dalam pertempuran jarak dekat. Namun pertempuran jarak dekat tidak cukup bagi Hamas untuk mencapai hasil kemenangan. Di sisi lain, Israel memiliki keuntungan karena dapat mundur, melunakkan [operasi] darat, dan meluncurkan operasi darat lainnya,” imbuh dia.
Para pemimpin Israel telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas setelah kelompok Palestina itu menyerang Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 240 orang lainnya.
Sejak itu, serangan Israel telah menimbulkan kehancuran besar di Gaza, membuat sebagian besar dari 2,3 juta penduduk di wilayah yang diperangi itu mengungsi. Setidaknya 18.000 warga Palestina telah terbunuh, di antaranya sekitar 70 persen adalah perempuan dan anak-anak.
Israel mengatakan pihaknya telah membunuh dua warga sipil Palestina untuk setiap pejuang Hamas, sebuah rasio yang digambarkan oleh juru bicara militer Israel sebagai “sangat positif”.
Namun, lebih banyak warga sipil yang tewas dalam perang yang sedang berlangsung dibandingkan konflik Israel dengan Hamas di masa lalu.
Selama serangan 50 hari Israel di Gaza pada tahun 2014, 2.251 warga Palestina terbunuh, 1.462 di antaranya diyakini warga sipil, menurut PBB.
Sejak Israel melancarkan invasi darat ke Gaza pada 28 Oktober, Hamas telah melakukan penyergapan di atas tanah dan serangan cepat terhadap tank, kendaraan militer, dan patroli Israel, menewaskan sedikitnya 105 tentara Israel.
Abu Ubaidah, juru bicara Brigade al-Qassam, mengatakan pada hari Minggu bahwa para pejuang kelompoknya telah menghancurkan atau merusak 180 kendaraan militer Israel dalam 10 hari pertama setelah gencatan senjata dengan Israel berakhir pada 1 Desember.
Sumber Palestina lainnya yang dekat dengan Hamas, yang berjuang bersama kelompok tersebut hingga tahun 2021 ketika dia mengalami cedera, mengatakan kepada MEE bahwa para pejuang al-Qassam terlibat dalam pertempuran perkotaan yang mengingatkan dunia pada pertempuran dari rumah ke rumah yang terjadi di kota Fallujah, Irak, pada tahun 2004 setelah invasi yang dipimpin AS.
“Israel secara efektif menggunakan aset pendukung udara, drone, serta tembakan dan Hamas tidak memiliki pertahanan udara untuk mencegatnya," ujarnya.
“Dalam pertempuran senjata skala kecil, tentu saja Hamas dapat menimbulkan korban jiwa—terutama dalam pertempuran jarak dekat. Namun pertempuran jarak dekat tidak cukup bagi Hamas untuk mencapai hasil kemenangan. Di sisi lain, Israel memiliki keuntungan karena dapat mundur, melunakkan [operasi] darat, dan meluncurkan operasi darat lainnya,” imbuh dia.
Para pemimpin Israel telah bersumpah untuk menghancurkan Hamas setelah kelompok Palestina itu menyerang Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 240 orang lainnya.
Sejak itu, serangan Israel telah menimbulkan kehancuran besar di Gaza, membuat sebagian besar dari 2,3 juta penduduk di wilayah yang diperangi itu mengungsi. Setidaknya 18.000 warga Palestina telah terbunuh, di antaranya sekitar 70 persen adalah perempuan dan anak-anak.
Israel mengatakan pihaknya telah membunuh dua warga sipil Palestina untuk setiap pejuang Hamas, sebuah rasio yang digambarkan oleh juru bicara militer Israel sebagai “sangat positif”.
Namun, lebih banyak warga sipil yang tewas dalam perang yang sedang berlangsung dibandingkan konflik Israel dengan Hamas di masa lalu.
Selama serangan 50 hari Israel di Gaza pada tahun 2014, 2.251 warga Palestina terbunuh, 1.462 di antaranya diyakini warga sipil, menurut PBB.
Sejak Israel melancarkan invasi darat ke Gaza pada 28 Oktober, Hamas telah melakukan penyergapan di atas tanah dan serangan cepat terhadap tank, kendaraan militer, dan patroli Israel, menewaskan sedikitnya 105 tentara Israel.
Abu Ubaidah, juru bicara Brigade al-Qassam, mengatakan pada hari Minggu bahwa para pejuang kelompoknya telah menghancurkan atau merusak 180 kendaraan militer Israel dalam 10 hari pertama setelah gencatan senjata dengan Israel berakhir pada 1 Desember.
Sumber Palestina lainnya yang dekat dengan Hamas, yang berjuang bersama kelompok tersebut hingga tahun 2021 ketika dia mengalami cedera, mengatakan kepada MEE bahwa para pejuang al-Qassam terlibat dalam pertempuran perkotaan yang mengingatkan dunia pada pertempuran dari rumah ke rumah yang terjadi di kota Fallujah, Irak, pada tahun 2004 setelah invasi yang dipimpin AS.
Lihat Juga :