Israel Dilaporkan Siap Lanjutkan Pembicaraan dengan Hamas

Rabu, 13 Desember 2023 - 02:07 WIB
loading...
Israel Dilaporkan Siap...
Israel dilaporkan siap melanjutkan pembicaraan dengan Hamas terkait pertukaran sandera dengan tahanan Palestina. Foto/Ilustrasi
A A A
TEL AVIV - Israel terbuka untuk melanjutkan pembicaraan mengenai pembebasan sandera yang diambil oleh Hamas pada 7 Oktober dengan imbalan warga Palestina yang ditahan di Israel. Hal itu diungkapkan sumber keamanan Israel.

Sebuah sumber keamanan Israel menyatakan bahwa ini saat yang tepat bagi Israel untuk melanjutkan perundingan karena serangan gencar Israel di selatan Jalur Gaza membuat Hamas “terkejut”, seperti dilaporkan stasiun televisi Israel, Channel 12.

Pertempuran masih berlangsung di seluruh Jalur Gaza, dengan lima tentara Israel terbunuh pada hari Senin. Upaya Israel sebelumnya untuk membebaskan sandera yang ditahan oleh Hamas berakhir dengan kegagalan, dengan sandera, yang menurut Hamas adalah seorang tentara, tewas dalam baku tembak.

Channel 12 melaporkan bahwa Israel terbuka untuk berbicara dengan Qatar, mediator utama dalam pembebasan sandera sebelumnya.

“Jika Qatar ingin berunding, kami akan mendengarkannya,” lapor Channel 12 mengutip pernyataan seorang pejabat senior Israel seperti dikutip dari The New Arab, Rabu (13/12/2023).

Kesepakatan pertukaran sandera-tahanan bulan lalu membebaskan 84 sandera wanita dan anak-anak Israel dan 240 tahanan Palestina, selama gencatan senjata yang berlangsung seminggu dan berakhir pada 1 Desember.

Baca Juga: Perang Hamas-Israel Memanas, Ribuan Warga Gaza Kelaparan

Israel mengatakan bahwa 137 sandera masih ditahan oleh Hamas di Gaza, 126 di antaranya adalah warga Israel. Para sandera disandera selama serangan besar-besaran terhadap Israel oleh pejuang kelompok Palestina pada 7 Oktober.

"Perempuan, anak-anak, orang lanjut usia, dan sandera yang sakit atau terluka akan menjadi prioritas dalam setiap kesepakatan baru," kata Channel 12 mengutip pernyataan pejabat tersebut.

Para pejabat Hamas telah menolak kemungkinan adanya kesepakatan baru selama Israel terus menyerang Gaza.

“Hamas tidak akan menyelesaikan kesepakatan pertukaran sandera dengan pendudukan Israel sebelum secara total dan akhirnya menghentikan agresi di Gaza," perwakilan senior Osama Hamdan mengatakan kepada Al Jazeera.

Serangan Israel yang tidak pandang bulu terhadap Gaza semakin intensif dan meluas sejak gencatan senjata berakhir, dengan jumlah korban tewas melonjak sejak saat itu.

Lebih dari 18.000 orang tewas dan hampir 50.000 orang terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Baca Juga: Meskipun Perang 1 Dekade, Iran Klaim Israel dan AS Tidak Akan Mampu Hancurkan Hamas

Sandera Israel yang ditahan oleh Hamas diyakini telah terbunuh dalam serangan udara ganas Israel, yang menargetkan sekolah, rumah sakit, dan daerah pemukiman serta meratakan sebagian besar wilayah kantong Palestina, menyebabkan lebih dari 1,9 juta orang mengungsi.

Israel mendesak Palang Merah untuk pergi dan melihat para sandera saat mereka mempersiapkan kepala organisasi Mirjana Spoljaric Egger untuk mengunjungi negara itu akhir pekan ini.

Pejabat Hamas telah menolak permintaan ini, dan anggota senior Hamas Mohammed Mardawi mengatakan kepada Al Jazeera: "Kami menolak permintaan Israel agar Palang Merah mengunjungi para korban penculikan yang ada di tangan kami."

Kabinet perang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk melakukan apa pun untuk menjamin kembalinya para sandera dengan selamat.

Namun, anggota keluarga para sandera menuduh pemerintah Israel tidak berbuat cukup untuk menjamin kepulangan kerabat mereka dengan selamat.

Qatar mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya terus mendesak pembebasan sandera sebagai bagian dari kesepakatan untuk menghentikan perang.

Baca Juga: Brigade Al-Qassam Hujani Tel Aviv dengan Rudal

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Dibombardir AS, Tentara...
Dibombardir AS, Tentara Iran Tewas di Pelabuhan Jask
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Pertemuan Kapolri, Panglima...
Pertemuan Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Tegaskan Aparat Tetap Solid
Vega Darwanti Pilih...
Vega Darwanti Pilih Rawat Ibunda Sendiri Tanpa Suster Selama Sakit
Berita Terkini
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
Beberapa Jam Meninggal...
Beberapa Jam Meninggal setelah Berkunjung ke Ukraina, Siapa Lindsey Graham?
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved