Masjid Agung Omari, Tempat Ibadah Tertua di Gaza dan Makam Samson yang Dibom Israel
Senin, 11 Desember 2023 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
3. Masjid Muslim Generasi Awal
Gereja Bizantium itu diubah menjadi masjid pada abad ke-7 oleh Umar ibn al-Khattab, setelah penaklukan Palaestina Romawi oleh Khulafaur Rasyidin.
Masjid ini masih diberi nama "al-Omari", untuk menghormati Umar ibn al-Khattab yang menjadi khalifah pada masa penaklukan Muslim di Palestina.
Pada tahun 985 Masehi, pada masa pemerintahan Abbasiyah, ahli geografi Arab al-Muqaddasi menulis bahwa Masjid Agung Omari adalah "masjid yang indah".
Pada tanggal 5 Desember 1033, gempa bumi menyebabkan puncak menara masjid runtuh.
4. Gereja Tentara Salib
Pada tahun 1149, Tentara Salib, yang telah menaklukkan Gaza pada tahun 1100, membangun gereja besar di atas reruntuhan gereja berdasarkan keputusan Baldwin III dari Yerusalem.
Namun, dalam uraian William dari Tirus tentang gereja-gereja besar Tentara Salib, hal ini tidak disebutkan.
Dari tiga lorong Masjid Agung saat ini, diyakini bahwa dua di antaranya merupakan bagian dari gereja Tentara Salib.
Berdasarkan relief Yahudi disertai dengan prasasti Ibrani dan Yunani yang diukir pada tingkat atas salah satu kolom bangunan, diperkirakan pada akhir abad ke-19 bahwa pilar atas bangunan tersebut dibawa dari sinagoga Yahudi abad ke-3 di Kaisarea Maritima.
Penemuan sinagoga abad ke-6 di Maiumas, pelabuhan kuno Gaza, pada tahun 1960-an membuat kolom ini lebih mungkin digunakan kembali oleh masyarakat setempat.
Relief pada kolom tersebut menggambarkan benda-benda pemujaan Yahudi yakni menorah, shofar, lulav dan etrog yang dikelilingi oleh karangan bunga hias, dan prasasti bertuliskan "Hananyah putra Yakub" dalam bahasa Ibrani dan Yunani.
Di atasnya diukir satu menorah dengan shofar di satu sisi dan etrog di sisi lain. Pada akhir abad ke-19, tiang tersebut merupakan bagian dari sinagoga tua di Kaisarea Maritima dan dibawa ke masjid karena dianggap memiliki nilai keagamaan, seperti yang ditunjukkan oleh gereja Kaisarea di Peta Madaba.
Fakta bahwa simbol Yahudi ini dilestarikan selama beberapa dekade di dalam masjid digambarkan sebagai demonstrasi "hidup berdampingan secara damai" oleh sarjana Ziad Shehada.
Relief tersebut dihancurkan antara tahun 1973-1996 dan batunya telah dihaluskan.
Pada tahun 1187, Dinasti Ayyubiyah di bawah pimpinan Shalahuddin merebut kendali Gaza dari Tentara Salib dan menghancurkan gereja tersebut.
5. Masjid Mamluk
Bangsa Mamluk membangun kembali masjid tersebut pada abad ke-13. Pada tahun 1260, bangsa Mongol menghancurkannya.
Bangunan ini dibangun kembali, namun pada tahun 1294, gempa bumi menyebabkan keruntuhannya.
Renovasi besar-besaran yang berpusat pada iwan dilakukan oleh gubernur Sunqur al-Ala'i pada masa kesultanan Husam ad-Din Lajin antara tahun 1297-1299.
Lihat Juga :