Masjid Agung Omari, Tempat Ibadah Tertua di Gaza dan Makam Samson yang Dibom Israel
Senin, 11 Desember 2023 - 15:01 WIB
loading...
Masjid Agung Omari di Jalur Gaza sebelum dibom Israel. Foto/anadolu
A
A
A
JALUR GAZA - Masjid Agung Gaza atau dikenal dengan nama Masjid Agung Omari adalah masjid terbesar dan tertua di Jalur Gaza.
Di lokasi itu diyakini berdiri situs kuil Filistin kuno. Tempat itu digunakan Bizantium untuk mendirikan gereja pada abad ke-5.
Setelah penaklukan oleh Muslim pada abad ke-7, bangunan ini diubah menjadi masjid. Digambarkan sebagai "indah" oleh Ibnu Batutah, seorang ahli geografi Arab pada abad ke-10.
Menara Masjid Agung Omari roboh akibat gempa bumi pada tahun 1033. Pada tahun 1149, Tentara Salib membangun gereja besar di tempat tersebut.
Sebagian besar masjid ini dihancurkan oleh Dinasti Ayyubiyah pada tahun 1187, dan kemudian dibangun kembali menjadi masjid oleh Dinasti Mamluk pada awal abad ke-13.
Bangunan itu dihancurkan oleh bangsa Mongol pada tahun 1260, kemudian segera dibangun kembali.
Masjid itu pernah hancur oleh gempa bumi pada akhir abad ini. Masjid Agung itu dipugar kembali oleh Ottoman sekitar 300 tahun kemudian.
Rusak parah setelah pemboman Inggris selama Perang Dunia I, masjid ini dipulihkan pada tahun 1925 oleh Dewan Muslim Tertinggi.
Masjid itu dibom oleh Israel pada tanggal 7 Desember 2023, hingga hanya menyisakan bagian dasar menaranya dan sebagian besar sisanya menjadi puing-puing.
![Masjid Agung Omari, Tempat Ibadah Tertua di Gaza dan Makam Samson yang Dibom Israel]()
Masjid Agung Omari terletak di Kawasan Daraj Kota Tua di Pusat Kota Gaza di ujung timur Jalan Omar Mukhtar, tenggara Alun-Alun Palestina.
Pasar Emas Gaza terletak berdekatan di sisi selatan. Di sebelah timur laut adalah Masjid Katib al-Wilaya. Di sebelah timur, di Jalan Wehda, adalah sekolah perempuan.
Masjid Agung Omari memiliki sejarah panjang yang dapat dilihat jejaknya sejak masa Filistin kuno. Berikut ini perjalanan panjangnya.
Menurut tradisi, masjid tersebut berdiri di lokasi kuil Filistin yang didedikasikan untuk Dagon, dewa kesuburan yang dihancurkan Simson (Samson) dalam Kitab Hakim-hakim (Book of Judges).
Belakangan, satu kuil yang didedikasikan untuk Marnas, dewa hujan dan biji-bijian, didirikan. Legenda lokal saat ini mengklaim bahwa Samson dimakamkan di bawah masjid yang sekarang.
Basilika Kristen dibangun di situs tersebut pada abad ke-5 Masehi, pada masa pemerintahan Permaisuri Romawi Timur Aelia Eudocia, atau Kaisar Marcianus.
Dalam kedua peristiwa tersebut, basilika tersebut telah selesai dibangun dan muncul di Peta Tanah Suci Madaba abad ke-6.
Di lokasi itu diyakini berdiri situs kuil Filistin kuno. Tempat itu digunakan Bizantium untuk mendirikan gereja pada abad ke-5.
Setelah penaklukan oleh Muslim pada abad ke-7, bangunan ini diubah menjadi masjid. Digambarkan sebagai "indah" oleh Ibnu Batutah, seorang ahli geografi Arab pada abad ke-10.
Menara Masjid Agung Omari roboh akibat gempa bumi pada tahun 1033. Pada tahun 1149, Tentara Salib membangun gereja besar di tempat tersebut.
Sebagian besar masjid ini dihancurkan oleh Dinasti Ayyubiyah pada tahun 1187, dan kemudian dibangun kembali menjadi masjid oleh Dinasti Mamluk pada awal abad ke-13.
Bangunan itu dihancurkan oleh bangsa Mongol pada tahun 1260, kemudian segera dibangun kembali.
Masjid itu pernah hancur oleh gempa bumi pada akhir abad ini. Masjid Agung itu dipugar kembali oleh Ottoman sekitar 300 tahun kemudian.
Rusak parah setelah pemboman Inggris selama Perang Dunia I, masjid ini dipulihkan pada tahun 1925 oleh Dewan Muslim Tertinggi.
Masjid itu dibom oleh Israel pada tanggal 7 Desember 2023, hingga hanya menyisakan bagian dasar menaranya dan sebagian besar sisanya menjadi puing-puing.

Masjid Agung Omari terletak di Kawasan Daraj Kota Tua di Pusat Kota Gaza di ujung timur Jalan Omar Mukhtar, tenggara Alun-Alun Palestina.
Pasar Emas Gaza terletak berdekatan di sisi selatan. Di sebelah timur laut adalah Masjid Katib al-Wilaya. Di sebelah timur, di Jalan Wehda, adalah sekolah perempuan.
Sejarah Panjang
Masjid Agung Omari memiliki sejarah panjang yang dapat dilihat jejaknya sejak masa Filistin kuno. Berikut ini perjalanan panjangnya.
1. Akar Filistin yang Legendaris
Menurut tradisi, masjid tersebut berdiri di lokasi kuil Filistin yang didedikasikan untuk Dagon, dewa kesuburan yang dihancurkan Simson (Samson) dalam Kitab Hakim-hakim (Book of Judges).
Belakangan, satu kuil yang didedikasikan untuk Marnas, dewa hujan dan biji-bijian, didirikan. Legenda lokal saat ini mengklaim bahwa Samson dimakamkan di bawah masjid yang sekarang.
2. Gereja Bizantium
Basilika Kristen dibangun di situs tersebut pada abad ke-5 Masehi, pada masa pemerintahan Permaisuri Romawi Timur Aelia Eudocia, atau Kaisar Marcianus.
Dalam kedua peristiwa tersebut, basilika tersebut telah selesai dibangun dan muncul di Peta Tanah Suci Madaba abad ke-6.
Lihat Juga :