Pertama Kali oleh Lembaga PBB, WHO Setujui Resolusi Kemanusiaan untuk Gaza
Senin, 11 Desember 2023 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah berjuang menanggapi krisis yang semakin mendalam di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 18.000 warga Palestina.
PBB mengatakan sekitar 80% penduduk Gaza telah mengungsi dan menghadapi kekurangan makanan, air dan obat-obatan serta meningkatnya ancaman penyakit.
Pada Jumat, resolusi gencatan senjata kemanusiaan yang diajukan Uni Emirat Arab dan disponsori bersama oleh 100 negara lainnya gagal disahkan di DK PBB setelah Amerika Serikat (AS) memveto proposal tersebut. AS adalah salah satu dari lima anggota tetap DK PBB yang mempunyai hak veto.
Pemungutan suara tersebut dilakukan setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu menggunakan Pasal 99 untuk secara resmi memperingatkan dewan beranggotakan 15 orang tentang ancaman global dari perang yang telah berlangsung selama dua bulan tersebut.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan resolusi badan kesehatan PBB tersebut dapat menjadi titik awal untuk tindakan lebih lanjut.
“Itu tidak menyelesaikan krisis. Namun ini adalah platform yang harus dibangun,” ujar dia dalam pidato penutupnya di hadapan dewan.
“Tanpa gencatan senjata, tidak ada perdamaian. Dan tanpa perdamaian, tidak ada kesehatan. Saya mendesak semua negara anggota, terutama negara-negara yang memiliki pengaruh paling besar, untuk bekerja secepat mungkin guna mengakhiri konflik ini,” ungkap dia.
PBB mengatakan sekitar 80% penduduk Gaza telah mengungsi dan menghadapi kekurangan makanan, air dan obat-obatan serta meningkatnya ancaman penyakit.
Pada Jumat, resolusi gencatan senjata kemanusiaan yang diajukan Uni Emirat Arab dan disponsori bersama oleh 100 negara lainnya gagal disahkan di DK PBB setelah Amerika Serikat (AS) memveto proposal tersebut. AS adalah salah satu dari lima anggota tetap DK PBB yang mempunyai hak veto.
Pemungutan suara tersebut dilakukan setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu menggunakan Pasal 99 untuk secara resmi memperingatkan dewan beranggotakan 15 orang tentang ancaman global dari perang yang telah berlangsung selama dua bulan tersebut.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan resolusi badan kesehatan PBB tersebut dapat menjadi titik awal untuk tindakan lebih lanjut.
“Itu tidak menyelesaikan krisis. Namun ini adalah platform yang harus dibangun,” ujar dia dalam pidato penutupnya di hadapan dewan.
“Tanpa gencatan senjata, tidak ada perdamaian. Dan tanpa perdamaian, tidak ada kesehatan. Saya mendesak semua negara anggota, terutama negara-negara yang memiliki pengaruh paling besar, untuk bekerja secepat mungkin guna mengakhiri konflik ini,” ungkap dia.
Lihat Juga :