Terlalu, Tentara Israel Ubah Rumah Warga Gaza Jadi Rumah Chabad
Kamis, 07 Desember 2023 - 20:32 WIB
loading...
Tentara Zionis Israel mengubah rumah warga Palestina di Jalur Gaza menjadi Rumah Chabad. Foto/Middle East Eye.
A
A
A
JALUR GAZA - Aksi tidak terpuji dilakukan oleh tentara Israel yang mengubah sebuah rumah di Jalur Gaza utara menjadi “Rumah Chabad pertama di Gaza.” Begitu bunyi laporan media Israel, The Times of Israel.
Para prajurit, pengikut gerakan Yudaisme Hasid Chabad-Lubavitch, mengambil gambar di kota Beit Hanoun dan gambar tersebut kini menjadi viral di media sosial.
Chabad dianggap sebagai sekte Yudaisme Ortodoks konservatif yang para pemimpinnya di Israel telah lama menentang pembentukan negara Palestina, atau konsesi teritorial kepada Palestina.
Sekte ini memiliki hubungan yang rumit dengan Zionisme, menentang perayaan hari kemerdekaan Israel, menyanyikan lagu kebangsaan dan pengibaran bendera, namun sangat mendukung tentara Israel.
Baca Juga: Keterlaluan! Israel Jatuhkan Selebaran Mengutip Al-Quran, Anggap Warga Gaza Zalim
Rumah Chabad adalah pusat yang menawarkan makanan halal, ruang sholat, serta layanan keagamaan lainnya kepada orang-orang Yahudi lokal dan yang bepergian.
Tokoh-tokoh dalam sekte tersebut telah membanggakan kemungkinan mengadakan perayaan di rumah-rumah di Jalur Gaza, termasuk menyalakan lilin Hannukah.
Langkah ini mengikuti beberapa aksi yang dilakukan tentara Israel selama invasi darat mereka ke Gaza, seperti mendirikan menorah di atas bangunan yang ditinggalkan dan menggambar bintang Daud dengan tank mereka di tanah yang rata.
Insiden seperti yang dijelaskan di atas meningkatkan kekhawatiran bahwa Israel berpotensi merencanakan kehadiran jangka panjang di Gaza.
Baca Juga: Israel Sudah Dipasok 10.000 Ton Peralatan Militer AS sejak Perang Gaza Pecah
“Sebuah langkah propaganda yang sama sekali tidak perlu,” kata Dr Andreas Krieg, peneliti di Institut Studi Timur Tengah King’s College London, di X tentang pendirian Chabad House.
“Mengingat (Chabad) bukan organisasi Zionis, tindakan ini berpotensi membahayakan 1.000 rumah warga Yahudi di Chabad di dunia, karena disalahpahami sebagai alat kenegaraan Israel,” imbuhnya seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis (7/12/2023).
Lebih dari 80 persen penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta jiwa telah menjadi pengungsi internal, menghindari pemboman dan serangan Israel sejak perang dimulai.
Konflik di Gaza dimulai ketika Hamas melancarkan serangan di Israel selatan menewaskan lebih dari 1.200 orang pada tanggal 7 Oktober. Pemboman Israel yang tiada henti di Jalur Gaza, bersamaan dengan invasi daratnya, telah menewaskan lebih dari 16.000 warga Palestina termasuk 6.150 anak-anak.
Baca Juga: Brigade Al-Qaasam Hancurkan 25 Kendaraan Militer Israel di Khan Yunis, Pasang Banyak Jebakan
Para prajurit, pengikut gerakan Yudaisme Hasid Chabad-Lubavitch, mengambil gambar di kota Beit Hanoun dan gambar tersebut kini menjadi viral di media sosial.
Chabad dianggap sebagai sekte Yudaisme Ortodoks konservatif yang para pemimpinnya di Israel telah lama menentang pembentukan negara Palestina, atau konsesi teritorial kepada Palestina.
Sekte ini memiliki hubungan yang rumit dengan Zionisme, menentang perayaan hari kemerdekaan Israel, menyanyikan lagu kebangsaan dan pengibaran bendera, namun sangat mendukung tentara Israel.
Baca Juga: Keterlaluan! Israel Jatuhkan Selebaran Mengutip Al-Quran, Anggap Warga Gaza Zalim
Rumah Chabad adalah pusat yang menawarkan makanan halal, ruang sholat, serta layanan keagamaan lainnya kepada orang-orang Yahudi lokal dan yang bepergian.
Tokoh-tokoh dalam sekte tersebut telah membanggakan kemungkinan mengadakan perayaan di rumah-rumah di Jalur Gaza, termasuk menyalakan lilin Hannukah.
Langkah ini mengikuti beberapa aksi yang dilakukan tentara Israel selama invasi darat mereka ke Gaza, seperti mendirikan menorah di atas bangunan yang ditinggalkan dan menggambar bintang Daud dengan tank mereka di tanah yang rata.
Insiden seperti yang dijelaskan di atas meningkatkan kekhawatiran bahwa Israel berpotensi merencanakan kehadiran jangka panjang di Gaza.
Baca Juga: Israel Sudah Dipasok 10.000 Ton Peralatan Militer AS sejak Perang Gaza Pecah
“Sebuah langkah propaganda yang sama sekali tidak perlu,” kata Dr Andreas Krieg, peneliti di Institut Studi Timur Tengah King’s College London, di X tentang pendirian Chabad House.
“Mengingat (Chabad) bukan organisasi Zionis, tindakan ini berpotensi membahayakan 1.000 rumah warga Yahudi di Chabad di dunia, karena disalahpahami sebagai alat kenegaraan Israel,” imbuhnya seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis (7/12/2023).
Lebih dari 80 persen penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta jiwa telah menjadi pengungsi internal, menghindari pemboman dan serangan Israel sejak perang dimulai.
Konflik di Gaza dimulai ketika Hamas melancarkan serangan di Israel selatan menewaskan lebih dari 1.200 orang pada tanggal 7 Oktober. Pemboman Israel yang tiada henti di Jalur Gaza, bersamaan dengan invasi daratnya, telah menewaskan lebih dari 16.000 warga Palestina termasuk 6.150 anak-anak.
Baca Juga: Brigade Al-Qaasam Hancurkan 25 Kendaraan Militer Israel di Khan Yunis, Pasang Banyak Jebakan
(ian)
Lihat Juga :