3 Perang yang Gagal Dimenangkan Israel, 2 di Antaranya Melawan Kelompok Pejuang

Rabu, 06 Desember 2023 - 14:30 WIB
loading...
3 Perang yang Gagal...
Tentara Israel berada di dekat perbatasan Gaza, selatan Israel, 9 Oktober 2023. Foto/AP
A A A
BEIRUT - Ada sejumlah perang yang gagal dimenangkan Israel dalam riwayatnya. Beberapa di antaranya ketika melawan kelompok pejuang seperti Hizbullah Lebanon.

Sejak mendeklarasikan kemerdekaan pada 1948, Israel memang banyak terlibat perang. Terutama dari kelompok negara-negara Arab yang tidak terima dengan keberadaannya.

Sejarah mencatat bahwa Israel memang lebih sering menang ketika berperang dengan koalisi negara Arab. Namun, ternyata ada juga beberapa pertempuran yang gagal mereka menangkan.

Perang yang Gagal Dimenangkan Israel

1. Perang Lebanon II


Perang Lebanon II berlangsung antara Israel dengan kelompok pejuang Hizbullah. Waktunya sendiri sekitar 12 Juli-14 Agustus 2006.

Mengutip Middle East Monitor, perang ini terjadi ketika Israel berencana menghancurkan posisi Hizbullah di Lebanon bagian selatan serta Beirut. Negara Yahudi itu melancarkan serangan dari darat, laut, hingga udara.

Konflik dipicu penyergapan kendaraan militer Israel oleh Hizbullah yang tengah berpatroli di perbatasan dekat Lebanon. Waktu itu, ada tiga tentaranya yang tewas dan dua orang lainnya ditahan.

Hizbullah menawarkan kesepakatan pertukaran tahanan. Namun, Israel menanggapinya dengan penyerangan dari sektor darat hingga udara.

Human Rights Watch (HRW) mencatat setidaknya 1.109 warga Lebanon tewas menjadi korban. Sementara di pihak Israel, ada juga puluhan warga sipil yang turut terbunuh.

Perang berakhir setelah PBB mengeluarkan Resolusi Dewan Keamanan 1701. Setelahnya, gencatan senjata berlaku dan Israel pun mencabut blokade laut di Lebanon.

Awalnya, baik Hizbullah atau Israel saling mengklaim kemenangan. Namun, sebagian pengamat menyebut Israel kalah karena banyak mengalami kerugian dan melewatkan kesempatan.

Pada sisi Israel, Perang Lebanon II dianggap sebagai kegagalan militer. Alasannya karena tidak mampu melucuti senjata hingga menghancurkan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Perang tersebut juga menjadi salah satu pendorong kejatuhan rezim Ehud Olmert di Israel. Di sisi lain, kekalahan tersebut menghidupkan kembali karier Benjamin Netanyahu untuk kembali berkuasa.

2. Konflik Lebanon Selatan


Pasca melakukan invasi ke Lebanon dan mengusir PLO, Israel membentuk Zona Keamanan dengan dalih untuk melindungi warga sipil. Faktanya, zona tersebut juga banyak merugikan dan membuat para warga kesulitan.

Setelahnya, terjadi sejumlah perlawanan bersenjata yang diinisiasi kelompok Islam seperti Hizbullah. Tak sendiri, Israel pun mengerahkan milisi yang menamakan dirinya sebagai Tentara Lebanon Selatan (SLA).

Mengutip Atlantic Council, konflik di zona keamanan semakin meningkat menjelang tahun 2000. Terlebih, setelah mengetahui Israel akan menarik pasukannya, Hizbullah semakin gencar menyerang.

Tak lama berselang, SLA runtuh. Sebagian menyerahkan diri kepada pemerintah Lebanon, sementara sisanya melarikan diri dalam ketakutan akan pembalasan dari Hizbullah yang menang.

Kendati tidak sepenuhnya kalah bertempur, mundurnya pasukan Israel dari Lebanon Ini dianggap sebagai kemenangan bagi Hizbullah. Momen ini juga menjadi titik balik popularitas kelompok tersebut Lebanon dan di seluruh dunia Arab.

3. Perang Atrisi


Perang Atrisi melibatkan pertempuran antara Israel dengan koalisi negara Arab yang dipimpin Mesir. Konflik ini berlangsung antara 1969 hingga 1970.

Mengutip Britannica, konflik tersebut ditujukan Mesir untuk melemahkan Israel. Selain itu, mereka juga memiliki ambisi untuk merebut kembali Semenanjung Sinau yang direbut pasca Six Day War 1967.

Tak bertarung bersama koalisi negara Arab saja, Mesir juga mendapat bantuan dari Uni Soviet. Menanggapi kondisi tersebut, Amerika Serikat ikut campur dan mengajukan proposal gencatan senjata.

Perang Atrisi memang banyak merugikan masing-masing pihak. Selain itu, negara pemenangnya juga tidak jelas.

Para pengamat memiliki pandangan masing-masing terkait pemenangnya. Dari sisi Mesir, mereka dianggap mengalahkan Israel karena berhasil memberikan kerugian besar serta tingginya korban pada pihak IDF.

Itulah sejumlah perang yang gagal dimenangkan oleh Israel. Terbaru, negara Zionis tersebut juga mulai dianggap kalah atau gagal menang dalam perangnya melawan Hamas di Gaza.

Baca juga: Pakar: Washington adalah Wilayah yang Dikuasai Zionis
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
Selebrasi Liar Lautaro...
Selebrasi Liar Lautaro Martinez Lolos dari Kartu Merah, Begini Penjelasan FIFA
Luis Figo Ramaikan Pesta...
Luis Figo Ramaikan Pesta Bola HGI 2026, KORMINAS Perkuat Pengembangan Olahraga Pikiran
Goal Aksis U-15 dan...
Goal Aksis U-15 dan Akademi Persib U-18 Juara Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026
Berita Terkini
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved