Bagaimana AI Habsora Israel Bunuh 16.000 Warga Gaza dengan Kedok Matematika?

Senin, 04 Desember 2023 - 20:01 WIB
loading...
Bagaimana AI Habsora...
Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza, terlihat dari Israel selatan, 22 November 2023. Foto/AP
A A A
JALUR GAZA - Perang Israel di Gaza telah menyebabkan serangan baru dan mematikan di daerah kantong Palestina, Jalur Gaza.

Serangan gencar tersebut, menurut laporan baru-baru ini, didukung sistem kecerdasan buatan (AI) yang menurut para ahli tidak pandang bulu dan pada dasarnya salah.

Dalam penyelidikan bersama, media Israel +972 Magazine dan Local Call melakukan wawancara dengan beberapa mantan pejabat intelijen Israel dan pejabat saat ini.

Mereka mengungkapkan tentara Israel memiliki ekspektasi yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya dalam membatasi sasaran sipil.

Aturan brutal yang dilonggarkan digabungkan dengan penggunaan "Habsora" ("Gospel" dalam bahasa Ibrani), yakni sistem AI yang dapat menghasilkan target dengan kecepatan lebih cepat dari sebelumnya, memfasilitasi apa yang oleh seorang mantan perwira intelijen Israel disebut sebagai "pabrik pembunuhan massal".

Para pejabat mengakui kepada media bahwa rumah anggota Hamas dan faksi bersenjata Palestina lainnya sengaja dijadikan target, bahkan jika itu berarti membunuh semua orang di dalam gedung.

Salah satu kasus menunjukkan intelijen tentara Israel menyetujui pembunuhan ratusan warga Palestina untuk membunuh satu anggota Hamas.

“Ini adalah pertama kalinya mereka berbicara tentang bagaimana warga sipil menjadi sasaran dalam skala besar hanya karena menyerang satu sasaran militer berdasarkan teknologi AI,” ujar Anwar Mhajne, profesor ilmu politik di Stonehill College, Massachusetts, kepada Middle East Eye.

Fokus Kuantitas, Bukan Kualitas


Ketika membahas sistem Habsora, salah satu sumber mengatakan kepada media Israel bahwa fokusnya adalah pada kuantitas, bukan kualitas.

Mereka menambahkan, meskipun mata manusia akan meninjau target sebelum setiap serangan, tidak banyak waktu yang diperlukan untuk melakukannya.

Mhajne menjelaskan, "Jika Anda mengobarkan perang pada skala seperti yang Anda lakukan saat ini di Gaza, seberapa banyak yang bisa Anda ulas?"

Seorang pakar Israel dalam penggunaan AI untuk militer, yang berbicara kepada MEE tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa melakukan peninjauan manusia terhadap setiap target yang dibuat oleh AI di Gaza adalah “tidak mungkin dilakukan sama sekali”.

Dia menambahkan, algoritma tersebut tidak menjelaskan bagaimana mencapai kesimpulannya, sehingga sulit untuk memeriksa validitas hasil serangan.

Karena Israel memperkirakan Gaza menampung sekitar 30.000 anggota Hamas, para ahli khawatir akan banyaknya korban sipil yang mungkin timbul karena mengandalkan sistem tersebut.

Militer Israel dilaporkan yakin telah membunuh 1.000-2.000 anggota Hamas di Gaza sejak 7 Oktober.

Lebih dari 16.000 warga Palestina telah terbunuh dalam kurun waktu tersebut, termasuk 6.150 anak-anak.

“Kita berbicara tentang ribuan warga sipil yang terbunuh (karena penggunaan) teknologi tersebut,” ujar Mona Shtaya, peneliti non-residen di Tahrir Institute for Middle East Policy yang berbasis di Washington, kepada MEE.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Pramono Tegaskan Tak...
Pramono Tegaskan Tak Ada Aturan Baru Ganjil Genap
Memperingati HUT Jakarta...
Memperingati HUT Jakarta ke-499, Cerita Pemuda Betawi Jaga Jiwa Jakarta dan Lestarikan Budaya lewat Betawi Online Gallery di Shopee
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved