Militer China Menguntit Kapal Perang AS di Laut China Selatan

Senin, 04 Desember 2023 - 10:42 WIB
loading...
Militer China Menguntit...
Pasukan China menguntit kapal perang AS di sekitar perairan sengketa di Laut China Selatan. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Militer China pada Senin (4/12/2023) mengatakan pasukannya telah melacak dan mengikuti kapal perang Amerika Serikat (AS) di perairan sengketa di Laut China Selatan.

Militer China, dalam sebuah pernyataan, mengatakan kapal perang Amerika secara ilegal telah memasuki perairan di sekitar Second Thomas Shoal, sebuah pulau atol di Laut China Selatan yang disengketakan.

"Komando teater mengatur pasukan Angkatan Laut untuk mengikuti dan memantau kapal perang tersebut," kata juru bicara Komando Operasi Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, Kolonel Senior Tian Junli, seperti dikutip ECNS.

Baca Juga: Perang Israel-Hamas Memanas, Kapal Perang AS Diserang

“China mempunyai kedaulatan yang tak terbantahkan atas pulau-pulau di Laut China Selatan dan perairan di sekitarnya,” lanjut Tian, menekankan bahwa pasukannya selalu dalam siaga tinggi untuk secara tegas menjaga kedaulatan China serta perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

“AS secara serius merusak perdamaian dan stabilitas regional,” ujar Tian.

China sedang berselisih dengan beberapa negara tetangganya mengenai klaim luas wilayah perairan di Laut China Selatan.

Dalam beberapa bulan terakhir, mereka telah melakukan beberapa konfrontasi dengan kapal-kapal Filipina dan juga memprotes kapal-kapal AS yang berpatroli di wilayah yang disengketakan.

Pada hari Minggu, Coast Guard Filipina mengerahkan dua kapalnya di Laut China Selatan setelah memantau peningkatan yang “mengkhawatirkan” dalam jumlah kapal milisi maritim China di terumbu karang dalam zona ekonomi eksklusif Filipina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Program Rudal Iran Tak...
Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved