Israel Terus Bantai Warga Sipil di Gaza, Gedung Putih Bereaksi Keras
Minggu, 03 Desember 2023 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut kementerian tersebut Israel telah membunuh lebih dari 15.200 warga sipil di Gaza sejak melancarkan perang terhadap Hamas pada tanggal 7 Oktober.
Pihak kementerian telah berhenti menghitung jumlah pasti korban karena kehancuran total sistem rumah sakit di daerah kantong tersebut akibat pemboman Israel, namun melaporkan bahwa 70% dari mereka yang terbunuh sejauh ini adalah perempuan dan anak-anak.
Jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat dengan cepat karena Israel telah mengungkapkan ratusan target lagi yang rencananya akan dibom di Gaza selatan, tempat sekitar dua juta warga Palestina berdesakan di wilayah yang dulunya merupakan salah satu wilayah terpadat di muka bumi sebelum perang.
Israel telah memerintahkan 1,1 juta penduduk di bagian utara wilayah kantong tersebut untuk menuju ke selatan pada bulan lalu untuk menghindari kematian, sebuah perintah evakuasi yang dianggap sebagai kejahatan perang oleh para ahli hak asasi manusia PBB, dan tidak ada tempat tersisa bagi mereka untuk masuk ke dalam wilayah kantong tersebut.
Baca Juga: Abaikan Tekanan AS, Turki Tetap Mendukung Hamas
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk memilih target, sehingga mengakibatkan lebih banyak infrastruktur sipil yang diserang dibandingkan kampanye sebelumnya di Gaza yang dianggap kontroversial, atau bahkan kriminal, karena tingginya angka kematian warga sipil.
Pihak kementerian telah berhenti menghitung jumlah pasti korban karena kehancuran total sistem rumah sakit di daerah kantong tersebut akibat pemboman Israel, namun melaporkan bahwa 70% dari mereka yang terbunuh sejauh ini adalah perempuan dan anak-anak.
Jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat dengan cepat karena Israel telah mengungkapkan ratusan target lagi yang rencananya akan dibom di Gaza selatan, tempat sekitar dua juta warga Palestina berdesakan di wilayah yang dulunya merupakan salah satu wilayah terpadat di muka bumi sebelum perang.
Israel telah memerintahkan 1,1 juta penduduk di bagian utara wilayah kantong tersebut untuk menuju ke selatan pada bulan lalu untuk menghindari kematian, sebuah perintah evakuasi yang dianggap sebagai kejahatan perang oleh para ahli hak asasi manusia PBB, dan tidak ada tempat tersisa bagi mereka untuk masuk ke dalam wilayah kantong tersebut.
Baca Juga: Abaikan Tekanan AS, Turki Tetap Mendukung Hamas
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk memilih target, sehingga mengakibatkan lebih banyak infrastruktur sipil yang diserang dibandingkan kampanye sebelumnya di Gaza yang dianggap kontroversial, atau bahkan kriminal, karena tingginya angka kematian warga sipil.
Lihat Juga :