Ini Kata-kata Terakhir Demonstran Penyandang Cacat Palestina

Sabtu, 16 Desember 2017 - 15:58 WIB
Ini Kata-kata Terakhir...
Ini Kata-kata Terakhir Demonstran Penyandang Cacat Palestina
A A A
GAZA - Ibrahim Abu Sureyya demonstran difabel Palestina menjadi martir aksi protes menolak pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel di Gaza. Sureyya yang kehilangan kakinya dalam serangan serangan udara tahun 2008 tewas ditembak mati pasukan Israel pada Jumat kemarin.

Baca juga:
Kejamnya Israel, Demonstran Palestina di Kursi Roda Pun Dibunuh


"Tanah ini milik kami, kami tidak akan menyerah," adalah kata-kata terakhir Sureyya, sebelum dia menjadi martir oleh tentara Israel seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (16/12/2017).

Dua pemuda Palestina juga menjadi martir akibat tembakan tentara Israel pada hari Jumat di dekat perbatasan timur Jalur Gaza yang diblokir, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Asharaf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa salah seorang dari mereka berusia 29 tahun adalah Abu Sureyya.

"Meskipun kehilangan kedua kakinya dalam serangan serangan udara tahun 2008 di Gaza, Abu Sureyya mengikuti demonstrasi tersebut untuk mendukung Yerusalem setiap hari," kata saksi mata.

Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakui Yerusalem saat Ibu Kota Israel diprotes di seluruh Palestina. Selama demonstrasi ini, Israel terus menggunakan peluru plastik dan air mata.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh demonstran lain yang hadir dalam demonstrasi tersebut, Abu Sureyya, yang ikut dalam demonstrasi tersebut meskipun memiliki kecacatan, mengatakan bahwa dia tidak akan menyerahkan tanahnya, Palestina.

"Saya datang untuk memberikan pesan kepada tentara Israel, bahwa ini adalah tanah kami, tanah ini adalah tanah kami, kami tidak akan memberikannya atas keputusan Trump dan kami akan melanjutkan demonstrasi kami di sini," katanya.

"Kami menantang tentara Israel, orang-orang Palestina adalah orang-orang yang berani," tambahnya.

Pada 6 Desember, Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

Pergeseran kebijakan AS yang telah berlangsung lama di Yerusalem memicu demonstrasi kemarahan di wilayah Palestina yang diduduki dan banyak negara Muslim.

Menolak pengakuan Yerusalem, sebuah pertemuan luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dihelat di Istanbul minggu ini dan mengumumkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.

Baca juga:
Negara-negara Muslim Akui Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina


Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur - yang sekarang diduduki oleh Israel - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
16 menit yang lalu
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
3 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
4 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
5 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
6 jam yang lalu
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
7 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved